Laman

Showing posts with label Info Acara. Show all posts
Showing posts with label Info Acara. Show all posts

Sunday, June 5, 2011

Konferensi Rajab: Mengokohkan Perjuangan Menegakkan Khilafah

GEMA Pembebasan. Kota Banjarmasin, yang terletak di Pulau Kalimantan, teoatnya di Kalimantan Selatan, mendapat kesempatan yang istimewa. Menjadi kota pertama yang menyelenggarakan Konferensi Rajab 1432 Hijriyah. Alhamdulillah telah dilaksanakan di Stadion 17 Mei pada Kamis 2 Juni 2011 dengan sukses. Kota-kota lain segera menyusul mulai dari Banda Aceh, Medan Sumatera Utara hingga hingga Jayapura. Puncaknya, diselenggarakan di Jakarta pada Rabu 29 Juni 2011, bertepatan dengan peristiwa Isra Mi’raj Rosulullah SAW.

Perlu dicatat, penerapan Syariah Islam bukanlah hal yang baru di pulau Kalimantan. Di pulau ini pernah berdiri Kesultanan Banjar, yang merupakan bagian dari Pemerintahan Khilafah. Saat itu, Islam dipeluk oleh segenap rakyat yang berada di Kesultanan Banjar. Islam juga menjadi satu-satunya sumber hukum di seluruh wilayah Kesultanan Banjar Peninggalan dari masa pemerintahan Sultan Adam al Wasik Billah berupa undang-undang yang bersumber dari ajaran Islam hingga kini masih dikenal dengan Undang-undang Sultan Adam.

Konferensi Rajab 1432 kali ini mengambil tema hidup sejahtera di bawah naungan Khilafah. Bahwa Khilafah menjamin kesejahteraan manusia bukanlah perkara yang utopis atau mimpi. Secara historis, sistem Khilafah telah membuktikan hal ini selama lebih kurang 13 Abad . Hal ini dipotret secara obyektif oleh sejahrawan terkemuka Will Durant. Dia menulis : Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu pun telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan luar biasa (Will Durant–The Story of Civilization).

Terkait kesejahteraan di bidang ekonomi pada masa Khilafah, misalnya, Will Durant antara lain menulis, “Pada masa pemerintahan Abdurrahman III diperoleh pendapatan sebesar 12.045.000 dinar emas. Diduga kuat bahwa jumlah tersebut melebihi pendapatan pemerintahan negeri-negeri Masehi Latin jika digabungkan. Sumber pendapatan yang besar tersebut bukan berasal dari pajak yang tinggi, melainkan salah satu pengaruh dari pemerintahan yang baik serta kemajuan pertanian, industri, dan pesatnya aktivitas perdagangan.” (Will Durant – The Story of Civilization).

Lalu terkait dengan kesejahteraan di bidang pelayanan kesehatan masyarakat pada masa Khilafah, ia antara lain menulis, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya. Contohnya adalah al-Bimarustan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160, telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis. Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.” (Will Durant – The Story of Civilization).

Namun perlu kita tegaskan sekali lagi, faktor utama yang melandasi perjuangan penegakan Khilafah adalah aqidah Islam. Kewajiban penerapan syariah Islam merupakan konsekuensi keimanan kita kepada Allah SWT. Sementara itu, adalah mustahil seluruh syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita bisa diterapkan, tanpa adanya Khilafah. Khilafah merupakan sebuah negara yang memiliki otoritas politik untuk menerapkan seluruh syariah Islam.

Kewajiban penegakan Khilafah ini ditegaskan oleh seluruh Imam Madzhab. Al-imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan surat Al Baqoroh ayat 30, (inni jaa’ilun fil ardhi kholifatan) menerangkan : “…ayat ini dalil paling asal dalam persoalan pengangkatan imam dan khalifah yang wajib didengar dan dita’ati, untuk menyatukan pendapat serta melaksanakan hukum-hukum khalifah. Tidak ada perbadaan tentang wajibnya hal tersebut diantara umat, tidak pula diantara para imam kecuali apa yang diriwayatkan dari Al-A’sham [Al Imam Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farah Al Qurthubi, Al Jaami' li Ahkamil Qur'an, juz 1 hal 264-265]

Konferensi Rajab 1432 H yang akan diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia di berbagai tempat di Indonesia ini, tidak lain bertujuan untuk mengokohkan kembali perjuangan penegakan syariah dan Khilafah. Dengan konferensi ini kita harap kesadaran tentang kewajiban penegakan Khilafah semakin menguat dan meluas. Termasuk berharap semakin banyak umat Islam Indonesia yang mengambil bagian langsung dari kewajiban ini dengan bergabungan bersama Hizbut Tahrir .

Sebab, bergabung dengan jama’ah dakwah atau kutlah siyasi (kelompok politik) yang memperjuangkan tegakknya Khilafah adalah fardhu (wajib). Dengan demikian kita tidak lagi berhenti pada pertanyaan apa dalilnya khilafah. Atau berulang kali bertanya kapan khilafah tegak. Yang terpenting sekarang ini adalah bertanya pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita lakukan demi tegaknya Khilafah Islam. Pertanyaan positif inilah -yang kemudian dijawab dengan tindakan nyata memperjuangkannya- akan mempercepat tegaknya Khilafah. Wallau A'lam

Baca Selengkapnya »»

Sunday, May 29, 2011

Penolakan RUU Intelijen, GEMA Pembebasan Kalsel Turun Ke Jalan

GEMA Pembebasan. Inisiatif pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan Undang-Undang Intelijen, yang memiliki banyak frasa multitafsir sangat berbahaya, hingga akan mengembalikan bangsa ini seperti zaman orde baru. Gerakan Mahasiswa Pembebasan menilai, ada 25 pasal bermasalah dalam RUU tersebut, sehingga harus ditolak dan dibatalkan.

Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wilayah Kalimantan Selatan, menolak keras rencana pengesahaan RUU Intelijen oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Gabungan puluhan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama di Banjarmasin ini, melakukan penolakan dengan aksi turun ke jalan, dari Jalan Merdeka, Jalan Haryono MT, hingga bundaran kantor pos di Jalan Pangeran Samudera, kamis pagi (28/04/2011).

Hendra Bahyuni, Pimpinan Wilayah Gema Pembebasan Kalsel mengatakan, terdapat 25 pasal yang bermasalah dalam RUU tersebut, sehingga harus ditolak dan dibatalkan. Rancangan Undang-Undang ini ia nilai banyak memiliki kata-kata multitafsir berbahaya. Bahkan setiap orang bisa menjadi sasaran dengan dalih mengancam negara.

Sementara di pasal 1 ayat sembilan, tidak dijelaskan siapa yang berwenang menentukan seseorang menjadi lawan atau bukan, yang berakibat siapapun yang tidak sejalan dengan pemerintah bisa dianggap lawan.

Aksi anarki dan pengeboman di sejumlah tempat, dinilai semakin memicu RUU ini untuk disahkan. Gema pembebasan menyerukan waspada, terhadap upaya mematangkan suasana untuk segera disahkannya RUU tersebut, dan upaya adu domba antar kelompok Islam dan Polisi.

Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh terhadap fitnah yang dialamatkan kepada perjuangan menegakkan Khilafah Islamiyah. [Ahmad Maghfur, Lajnah I’lamiyah DPD I HTI Kalsel]





































 

Baca Selengkapnya »»

Wednesday, May 11, 2011

Agenda Konferensi Rajab 1432 H, Di Seluruh Indonesia

GEMA Pembebasan. Tak ada Alasan untuk Mendiamkan Umat dalam keterpurukan. Sudah saatnya menyatukan hati, pemikiran, dan langkah untuk mengganti Sistem yg ada dan mewujudkan kehidupan yg lebih baik dan Diridhoi oleh Allah SWT. dalam Naungan Khilafah Islam!

Stadion 17 Mei (Banjarmasin) = 02 Juni

Monumen MTQ (Kendari ) = 12 Juni 2011

GOR Segiri (Samarinda) = 12 Juni 2011

Aula Poltek (Batam) = 12 Juni 2011

GOR Sumpah Pemuda (Bandar Lampung) = 12 Juni 2011

Gedung Pertemuan Umum (Palangkarya) = 12 Juni 2011

Aula SMK 1 (Palu) = 12 Juni 2011

Hotel Muspagco (Jaya Pura) = 12 Juni 2011

Gedung Pancasila (Ketapang) = 12 Juni 2011

Asrama Haji (Palembang) = 18 Juni 2011

Hotel Vellya (Ternate) = 18 Juni 2011

Jogja Expo Center (JEC) (Yogyakarta) = 19 Juni 2011

Grand Ball Room Pangeran Hotel (Pekan Baru) = 19 Juni 2011

Aula Kantor Gubernur (Kepulauan Riau) = 19 Juni 2011

Balai Seminar UIN (Padang) = 19 Juni 2011

GOR Babel (Pangkal Pinang) = 19 Juni 2011

Gd Teater Tertutup Taman Budaya (Kota Bengkulu) = 19 Juni 2011

Eks Gd Bioskop Sindang (Lubuk Linggau) = 19 Juni 2011

Auditorium RRI Telanai Putra (Jambi) = 19 Juni 2011

Aula Dayan Daod (Banda Aceh) = 19 Juni 2011

Auditorium Unram (Mataram) = 19 Juni 2011

Gedung Koni (Luwuk) = 26 Juni 2011

Gd Amphi Teater FKdokteran UNTAN (Pontianak) = 26 Juni 2011

Gedung Serba Guna UNG (Gorontalo) = 26 Juni 2011

Selecta (Medan) = 26 Juni 2011

Celebes Covention Center (Makasar) = 26 Juni 2011

Stadion Kodam Siliwangi (Bandung) = 26 Juni 2011

Stadion Gelora Delta (Sidoarjo) = 26 Juni 2011

Stadion Lebak Bulus (Jakarta) = 29 Juni 2011

Terus Bergerak
Menuju Perubahan
Umat Wujudkan
Kesejahteraan
dan Kegemilangan Islam
Hidup Sejahtera Didalam Naungan Khilafah

Untuk lebih lanjut silahkan menghubungi/ Koordinasi dengan Syabab/Syabah Hizbut Tahrir Setempat/ yang terdekat berkaitan tiket atau selebihnya terkait .

Kantor pusat: Crown Palace : JL. Prof.Dr.Soepomo No.231 Jakarta Selatan 12790. Telp (+62-21) 83787370
Fax (+62-21) 83787372 Email : Info@hizbut-tahrir.or.id
www.hizbut-tahrir.or.id

Baca Selengkapnya »»

Sunday, May 8, 2011

Halqah Islam dan Peradaban Edisi 30

GEMA Pembebasan. “Teror NII : Kriminalisasi Perjuangan Islam (Membongkar Skenario Jahat di Balik Isu NII)”

Pembicara yang diundang hadir:

1. Nazarudin Umar (Direktur BIMAS Departemen Agama RI)
2. KH. Athian M. Ali Da’I, MA (FUUI Bandung)
3. KH Amidhan (MUI Pusat)
4. Imam Shalahuddin (NII Crisis Center)
5. Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia)

Selasa, 10 Mei 2011
Pukul 13.30-15.30 WIB
Auditorium Adhiyana Wisma Antara Lt.2
Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta

Disiarkan secara langsung
melalui Radio dan Video Streaming
HTI Channel http://hizbut-tahrir.or.id/
Info: ichank 085710014463
rikza 081384498159

Baca Selengkapnya »»

Thursday, April 28, 2011

Aksi Damai Gema Pembebasan Samarinda menolak RUU Intelijen

GEMA Pembebasan. Sejumlah aktivis dari Gema Mahasiswa Pembebasan Samarinda menggelar aksi nasional penolakan RUU Intelijen di simpang Mall Lembuswana 28 April 2011. RUU ini dianggap bentuk represif negara seperti zaman Orde Baru. Tampak aksi teatrikal mahasiswa yang menggambarkan represifnya aparat kepada aktivis. Salah seorang mahasiswa ditangkap karena dinilai aksinya mengancam pemerintahan.

Puluhan aktifis Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan menyikapi Rancangan Undang-undang (RUU) Intelijen dengan melakukan aksi demo di perempatan Mal Lembuswana, Samarinda, Jumat kemarin sore.

Mahasiswa menyerukan warga waspada terhadap upaya adu domba antara kelompok Islam dengan polisi serta waspada disahkannya RUU Intelijen yang di dalamnya banyak terdapat pasal multitafsir yang digunakan penguasa untuk kepentingan politiknya.

Dalam aksinya aktifis Gerakan Mahasiswa Pembebasan membagikan tabloid media umat ke wartawan dan sejumlah pengguna jalan.









 

Baca Selengkapnya »»

Sunday, July 25, 2010

Info Seputar Bulan Sya’ban 1431 H

GEMA Pembebasan. Awal Sya’ban. Tanggal 1 Sya’ban tahun 1431 H jatuh pada hari Selasa bertepatan dengan tanggal 13 Juli 2010. Ahad 11 Juli 2010 adalah tanggal 29 Rajab 1431H. Malam Senin dilakukan Ru’yatul Hilal Sya’ban, namun hilal (baby moon) secara internasional tidak terlihat. Maka bulan Rajab 1431H digenapkan menjadi 30 hari. Sehingga hari Senin 12 Juli adalah tanggal 30 Rajab 1431 H dan hari Selasa tanggal 13 Juli 2010 adalah tanggal 1 Sya’ban 1431 H.

Bayar Hutang Puasa
Sya’ban adalah bulan sebelum bulan Ramadhan. Bulan ini adalah kesempatan terakhir bagi siapa saja yang punya hutang puasa di bulan Ramadhan tahun lalu untuk membayarnya (mengqadha`nya).

Dari ‘Aisyah berkata:
“Aku pernah mempunyai hutang puasa Ramadhan, tetapi aku tidak bisa mengqadha’nya melainkan di bulan Sya’ban; dan yang demikian itu lantaran kesibukanku dengan Rasulullah saw.” (HR. Jama’ah)

Hukum membayar hutang puasa adalah wajib. Kelalaian membayar hutang puasa termasuk kemaksiatan yang seharusnya dihindari oleh seorang yang beriman kepada Allah SWT.

Bulan Sya’ban
Bulan Sya’ban adalah bulan saat para malaikat memberikan laporan tahunan tentang amal manusia kepada Allah Rabbul ’alamin.

Dari Usamah bin Zaid ra berkata:
Aku bertanya: Ya Rasulallah, kelihatannya tidak satu bulan pun yang lebih banyak anda puasakan dari bulan Sya’ban!”

Ujar Nabi: ”Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itulah diangkat amalan-amalan kepada Tuhan Rabbul ’alamin. Maka saya ingin amalan saya dibawa naik selagi saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i dan dinyatakan sah oleh Ibnu Khuzaimah).

Semoga kita semua diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah untuk memperbaiki dan memperbanyak berbuat kebajikan di bulan ini, dan terhindar dari berbuat kemaksiatan.

Puasa Sya’ban
Pada bulan Sya’ban ada puasa sunnah yang jumlah harinya mulai dari 1 hingga 28 hari. Namanya Puasa Sya’ban.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. ujarnya:

”Rasulullah saw tidak berpuasa lebih banyak dari puasa bulan Sya’ban, Rasulullah berpuasa seluruhnya dan terkadang-kadang berpuasa sebagian besarnya.”

Jadi jika anda sanggup, maka lebih baik berpuasa Sya’ban setiap hari selama 28 hari. Jika tidak sanggup, maka anda bisa berpuasa sesuai kesanggupan anda, mungkin 21 hari, mungkin 17 hari, atau jumlah lainnya di bulan Sya’ban.

Puasa-puasa Sunnah di bulan Sya’ban
Selain Puasa Sya’ban, puasa-puasa sunnah yang lainnya tetap bisa kita laksanakan seperti biasa: Puasa Dawud sehari puasa sehari berbuka, Puasa Senin Kamis, Puasa hari-hari Terang di pertengahan bulan tanggal 13, 14, dan 15. Puasa-puasa Sunnah ini bisa dilaksanakan baik sebelum dan setelah pertengahan bulan Sya’ban.

Malam Nishfu Sya’ban
Di bulan Sya’ban adalah suatu malam yang memiliki keutamaan. Malam itu adalah malam tanggal 15 Sya’ban. Dikenal dengan nama malam pertengahan bulan Sya’ban (malam Nishfu Sya’ban).

Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya AllahSWT pada malam pertengahan Sya’ban tentu muncul (melihat segenap umat manusia) lalu mengampuni (dosa-dosa) semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Musa). Menurut Muhammad Nashiruddin Albani hadits ini Hasan.

Walaupun memiliki keutamaan, namun keutamaan malam Nishfu Sya’ban tidak melebihi malam al-Qadar (Lailatul Qadar) di bulan Ramadhan.
Juga pada Nisfu Sya’ban tidak ada amalan-amalan khusus yang dilabeli dengan label Nishfu Sya’ban, seperti Puasa Nishfu Sya’ban, Shalat Nishfu Sya’ban, dan Doa Nishfu Sya’ban karena tidak ada dalil yang shahih dan hasan yang mendasarinya. Ibadah pada malam Nishfu Sya’ban adalah ibadah-ibadah sebagaimana malam-malam yang lain: Shalat Maghrib, Shalat Isya, berdzikir, Shalat-shalat Sunah Rawatib, Shalat Tasbih, Shalat Tahajud, Shalat Witir, bersedekah, membaca al-Qur`an, dan berdoa. Hanya saja karena malam itu memiliki keutamaan maka ibadah-ibadah seperti Shalat Tahajud, Shalat Witir, berdoa, berdzikir, membaca al-Qur`an, dan bersedekah hendaknya diperbanyak.

Nishfu Sya’ban/ Pertengahan bulan Sya’ban alias tanggal 15 Sya’ban tahun ini bertepatan dengan hari Selasa 27 Juli 2010. Jadi Malam Nishfu Sya’ban adalah malam Selasa yakni mulai Maghrib tanggal 26 Juli 2010 hingga menjelang Shubuh tanggal 27 Juli 2010. Semoga kita bisa memanfaatkan keutamaan malam tersebut dengan baik dan benar.

Pidato Rasulullah di Akhir Sya’ban (29 SYA’BAN) Menyambut Ramadhan
Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman r.a. ujarnya:
”Rasulullah saw pada hari terakhir dari bulan Sya’ban berkhuthbah di hadapan kami.
Maka beliau bersabda:

“Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh suatu bulan yang agung lagi penuh berkah, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan qiyam (shalat) pada malam harinya sebagai suatu tahawwu’ (ibadah sunnah yang sangat dianjurkan).

Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (sunnah) di dalamnya, maka (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan yang lain. Dan siapa saja yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, maka (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga (al jannah). Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah rizki para mukmin.

Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka perbuatan itu menjadi pengampunan atas dosa-dosanya, kemerdekaan dirinya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang berpuasa yang diberinya makanan berbuka itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu”.

Para sahabat berkata: “Ya Rasululullah, tidak semua dari kami memiliki makanan berbuka untuk orang-orang yang berpuasa.”

Rasulullah saw. pun menjawab: “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan sekalipun hanya sebutir korma atau sekedar seteguk air atau sehirup susu.

Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari orang yang dikuasainya (hamba sahaya atau bawahannya), niscaya Allah mengampuni dosanya dan membebaskannya dari api neraka.

Karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan ini.
Dua perkara yang dengannya kalian menyenangkan Tuhan kalian dan dua perkara lainnya sangat kalian butuhkan.
Dua perkara yang kalian lakukan untuk menyenangkan Tuhan kalian adalah: mengakui dengan sesungguhnya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan kalian memohon ampunan kepada-Nya.

Adapun dua perkara yang sangat kalian butuhkan adalah kalian memohon surgaNya dan berlindung dari api neraka-Nya.

Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berpuasa niscaya Allah akan memberinya minum dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasa haus lagi sesudahnya hingga ia masuk surga.”

HENDAKNYA TIDAK PUASA PADA 29 ATAU 30 SYA’BAN
Tanggal 30 Sya’ban adalah saat yang meragukan kita apakah ia masih 30 Sya’ban atau sudah masuk 1 Ramadhan. Maka hendaknya kita tidak berpuasa sunnah pada tanggal 30 Sya’ban, karena hukumnya makruh.

Telah berkata ‘Ammar bin Yasir r.a. :
“Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang diraguinya, berarti ia telah durhaka kepada Abul Qasim saw.” (HR. Ash-habus Sunan).

Abul Qasim yang dimaksud adalah Nabi Muhammad saw.
Hindari juga berpuasa tanggal 29 Sya’ban. Namun jika ia berpuasa pada tanggal 29 atau 30 Sya’ban karena kebetulan bertepatan dengan kebiasaannya, misalnya ia terbiasa berpuasa Dawud, maka hukumnya boleh dan tidak makruh.

Diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw bersabda:

“Janganlah kamu dahului Puasa Ramadhan itu barang sehari atau dua hari, kecuali jika bertepatan dengan hari yang biasa dipuasakan, maka bolehlah kamu berpuasa pada hari itu.” (Diriwayatkan oleh Jamaah Ahli Hadits)

Ru’yatul Hilal Ramadhan
Tanggal 29 Sya’ban 1431 H bertepatan dengan Selasa tanggal 10 Agustus 2010. Untuk mengetahui apakah hari Rabu esok harinya sudah masuk 1 Ramadhan 1431 H atau masih 30 Sya’ban maka Allah SWT memberikan tuntunan dengan melakukan ru’yatul hilal. Ru’yatul Hilal adalah melihat bulan sabit (babi moon) yang menandai lahirnya bulan baru. Ru’yatul Hilal dilakukan beberapa saat setelah matahari terbenam.

Diriwayatkan al-Bukhari dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Berpuasalah kalian sesuah melihat bulan (Ru’yatul Hilal) dan berbukalah kalian sesudah melihat bulan (Ru’yatul Hilal). Jika mendung menghalangi penglihatan kalian, maka sempurnakanlah Sya’ban menjadi 30 hari.”

Sumber:
Shahih Bukhari (Terj). Penerbit Widjaya. Jakarta. 1992
Shahih Muslim (Terj). Penerbit Widjaya. Jakarta. 1996
Nailul Authar Jilid 3 (Terj). Asy-Syaukani. PT. Bina Ilmu. Surabaya. 1978
Fiqih Sunnah Jilid 3 (Terj). Sayyid Sabiq. Penerbit PT Al-Ma’arif. Bandung. 1997
Fiqh Islam. H. Sulaiman Rasyid. Penerbit Sinar Baru. Bandung. 1988
Pedoman Puasa. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy. PT. Pustaka Rizki Putra. Semarang. 2005
Wawancara denganRata Penuh asy-Syaikh Dr. H. Abdurrahman al-Baghdadi

Baca Selengkapnya »»

Friday, July 9, 2010

Pelajar se-Samarinda Mendapatkan Training Inspirasi dari HTI untuk Taat Aturan Allah

GEMA Pembebasan. Training ini luar biasa. Terima kasih kami ucapkan. Sekolah kami mendapatkan kesempatan bahkan seluruh anak didik kami yang kelas tiga bisa diundang semua adalah sebuah kesempatan yang luar biasa. Harapan kami setelah ini bisa dilanjutkan ke sekolah-sekolah,” ujar salah satu guru pendamping. Salah satu siswa peserta juga menambahkan, “Acara ini memang ok banget. Saya jadi teringat dan tersadarkan kembali bahwa selama ini masih banyak dosa-dosa yang saya lakukan, terutama terhadap orang tua saya.” “Saya, imbuhnya lagi, akan merubah itu semua dan akan menjdai anak sholih. Saya ingin menggandeng ayah dan ibu saya masuk syurga bersama-sama dengan saya kelak,” tegasnya lagi.


Apa yang diungkapkan oleh guru pendamping dan salah satu peserta tersebut merupakan komitmen dari DPD II HTI Samarinda untuk menginspirasi para pelajar se-Samarinda agar senantiasa terikat pada aturan-aturan Allah dan senantiasa menyelaraskan masa mudanya agar terfokus dalam meraih kesuksesan dunia dan akhirat semata. Bukan justru masa muda untuk sekedar foya-foya.

Acara yang dikemas secara apik dn menarik ini diselenggarakan pada hari ahad, 24 januari 2010 bertempat di Aula Balaikota Samarinda dengan tema “Inspiring the Inspirator”. Training yang mendapat respons yang luar biasa ini merupakan agenda dakwah DPD II HTI Samarinda sekaligus untuk memotivasi para pelajar yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Dari target peserta 200 orang ternyata training ini dihadiri lebih dari 300 pelajar dari berbagai sekolah di Samarinda. Akibatnya peserta pun membludak hingga berdiri-berdiri. Dengan sigap panitia merubah setting kursi tempat duduk peserta. Ternyata kursi pun masih kekurangan sehingga panitia pun mengambil karpet lebar yang ditempatkan di depan untuk duduk tambahan peserta ikhwan. Training ini dipandu oleh Trainer nasional yang sudah berpengalaman dalam menangani siswa, remaja dan mahasiswa. Dia lah Gus Uwik. Sang Islamic Performance Booster itu.

Training yang dimulai dari sekitar pukul 9 pagi ini, berlangsung luar biasa. Para pelajar terlihat sangat antusias mengikuti setiap jalannya acara. Trainer memaparkan bahwa hidup adalah pilihan. Termasuk menjadi muslim sejati adalah juga pilihan. Setiap pilihan pasti ada balasannya di sisi Allah kelak.

“Allah telah menegaskan bahwa balasan di akhirat kelak cuma ada dua, yakni kalau tidak syurga ya neraka,” tegas Gus Uwik.

Semua remaja, masih menurut trainer, tahu bahwa ada dua balasan tersebut, namun belum sadar bahwa balasan itu adalah nyata dan pasti adanya. Dari sinilah Gus Uwik kemudian menjelaskan bagaimana nikmatnya kehidupan syurga dan sengsaranya kehidupan neraka sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an. Harapannya agar peserta paham betul bagaimana nanti Allah membalas hamba-hambanya atas pilihannya tersebut. Di sesi muhasabah tak sedikit para pelajar tersebut yang mencucurkan air mata menyesali perbuatan-perbuatan dosa yang selama ini telah dilakukan. Ucapan istighfar pun membahana di seluruh ruangan. Bermunajat meminta ampunan Allah SWT.

Gus Uwik menegaskan bahwa untuk bisa masuk syurga, apalagi mengajak orang tuanya masuk syurga, tidak ada cara lain kita harus menjadi anak yang sholih/sholihah. Untuk jadi anak yang sholih/sholihah tersebut tidak ada jalan lain kecuali harus dengan NGAJI. Dengan ngaji inilah bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah. Karena itu tatkala sang trainer bertanya; “Siapa yang ingin NGAJI?” Semua peserta menjawab dengan penuh antusias “SAYA”. Tanpa ragu lagi tariner pun bertanya, “Siapa yang habis acara ini NGAJI?” Seluruh peserta menjawab “SAYA”. Alhamdulillah…

Pada sesi kedua peserta diajak oleh trainer untuk memahami apa arti siswa sukses dan bagaimana meraihnya. “Kunci untuk menjadi siswa sukses sangat sederhana. Ingatlah “BUNGA DAKWAH,” tegas Gus Uwik. BUNGA DAKWAH itu adalah BU (Buku), NGA (NGAji) dan DAKWAH. Dengan BUNGA DAKWAH maka siswa akan terpacu untuk senantsaat sesi masa belajat (BUKU). Selain motivasi mendapatkan nilai bagus, aktivitas belajar lebih didasari oleh pelaksanaan kewajiban yang telah disyariatkan oleh Allah untuk setiap kaum muslim.

“Sehingga tatkala Anda belajar matematika sejatinya Anda mendapatkan pahala ibadah. Sebab ketika Anda belajar sedang melaksanakan perintah Allah,” kata Gus Uwik.

“Jadi sebenarnya untuk mendapatkan pahala sejatinya amat mudah. Jika setiap perbuatan kita ikhlas dan benar sesuai aturan Allah maka semua perbuatan kita bernila ibadah.” tegas sang trainer.

Namun saat ini, menurutnya, musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga menjauhkan generasi muda dari Islam. Mereka membuat jargon “BU PE CI” yakni Buku, Pesta dan Cinta. Aktivitas yang melenakan dan menjauhkan dari Islam. “Jangan Anda sampai terjebak dengan ‘BU PE CI’,” tegas Gus Uwik.

Selanjutnya setelah acara training selesai, seluruh guru pendamping berkumpul untuk sharing tentang tindak lanjut dari acara ini. Dalam sesi ini pengurus DPD II Samarinda menegaskan komitmennya untuk menginspirasi siswa-siswi agar senantiasa terikat dengan aturan Allah dan sukses dunia-akhirat akan ditindaklanjuti ke sekolah-sekolah. “Oleh karena itu, kami mohon dengan hormat agar dibukakan pintu-pintu sekolah Bapak/Ibu sekalian agar kami (HTI) bisa masuk ke sekolah-skolah Bapak. Jangan lah pintu-pintu sekolah Bapak/Ibu sekalian di tutup atau bahkan justru mengusir kami,” pinta Ust Rudi, pimpinan DPD II Samarinda.

Menanggapi permintaan tersebut guru-guru pendamping menyatakan bahwa mereka siap bersinergi dengan HTI untuk menginspirasi peserta didik di sekolah mereka agar menjadi lebih baik. Alhamdulillah… Semoga Allah meridloi segala aktivitas kita. Amin.

Baca Selengkapnya »»

Friday, November 28, 2008