Laman

Showing posts with label Fokus. Show all posts
Showing posts with label Fokus. Show all posts

Tuesday, June 21, 2011

Adil dan Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah Islamiyah, Bukan dengan Demokrasi

Adil ?
GEMA Pembebasan. Demokrasi telah nyata-nyata gagal dalam menciptakan masyarakat adil, sejahtera, aman, yang diidam-idamkan oleh seluruh umat manusia. Sistem Kapitalisme yang menganut demokrasi yang berasas sekular itu juga telah menjerumuskan umat manusia ke jurang penderitaan dan kesengsaraan yang dalam. Memang, Kapitalisme telah membawa pertumbuhan ekonomi, tetapi itu hanya dinikmati oleh sebagian orang, kelompok, dan negara.

Di AS, misalnya, kemakmuran yang selanjutnya diikuti dengan sejahteranya kehidupan masyarakat AS bukanlah hasil demokrasi, tetapi buah dari imperialisme yang dilakukannya terhadap bangsa-bangsa lain. Di sejumlah negara lain di Barat, demokrasi menjamin keamanan rakyatnya, namun itu tidak berlaku bagi dunia lain. Atas nama keamanan nasional, sah-sah saja AS dan sekutu Baratnya, menyerang negara lain. Di satu sisi mereka mempraktikkan demokrasi, namun di wilayah lain pemerintahan diktator mereka pelihara. Kalau perlu, demokrasi diberangus di negara lain ketika dianggap membahayakan negara-negara Barat.

Demokrasi kemudian sekadar mitos yang menciptakan ketidakadilan dunia. Jika demikian, sistem apa yang mampu memberikan kebaikan bagi seluruh manusia? Pilihannya, jelas bukan sistem diktator atau kembali ke sistem Komunisme. Tidak ada pilihan kecuali sistem Islam di bawah naungan Daulah Khilafah Islam. Sistem Daulah Khilafah ini akan secara nyata memberikan kebaikan bagi seluruh umat manusia.

Daulah Khilafah: Pemerintah Kuat yang Memihak Rakyat
Salah satu alasan mengapa demokrasi dianggap sebagai sistem terbaik (meskipun dalam realitanya hanyalah mitos) buat manusia adalah sistem pemerintahannya yang memihak rakyat, dan mewakili aspirasi rakyat. Sebab, mereka dipilih oleh rakyat dan diberhentikan oleh rakyat lewat kontrak sosial; mereka bisa dikritik bahkan dijatuhkan oleh rakyat lewat wakilnya di parlemen. Singkatnya, demokrasi adalah sistem yang baik bagi rakyat, karena pemerintahannya dipilih oleh rakyat, diawasi oleh rakyat, dan diberhentikan oleh rakyat.

Namun, ada asumsi keliru yang dibangun dari cara berpikir di atas, benarkah aspirasi atau kehendak rakyat selalu baik? Apalagi ternyata yang disebut aspirasi rakyat dalam sistem Kapitalisme bukanlah rakyat dalam pengertian sebenarnya, tetapi elit politik pemilik modal yang mengatasnamakan rakyat. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa aspirasi rakyat itu tidak selalu baik: parlemen AS (yang merupakan wakil rakyat) menyutujui pembantaian manusia di Irak, Afganistan, Vietnam, semata-mata demi kepentingan nasional AS. Seks bebas, pelacuran, homoseksual, dan lesbianisme disahkan oleh parlemen di Prancis; sementara jilbab yang menjaga kehormatan wanita justru dilarang. Atas nama rakyat pula, Bush menebar teror di seluruh dunia dalam rekayasa perangnya melawan terorisme. Karena itu, aspirasi rakyat bukanlah jaminan kebenaran yang sesungguhnya, karena bersumber dari akal manusia yang cenderung mengikuti hawa nafsunya.

Ketika kedaulatan diserahkan kepada Allah Swt., bukan berarti pemerintah yang dibangun oleh Islam menjadi pemerintahan diktator dan tidak memperhatikan rakyat. Secara i‘tiqâdi, sistem yang bersumber dari Allah pastilah untuk kebaikan manusia. Bukti bahwa pemerintahan Islam adalah memperhatikan rakyat, bukan pemerintah diktator antara lain:

(1) Kekuasan (as-Sulthah) di tangan rakyat.
Dalam Islam, kekuasaan untuk melaksanakan hukum syariat Allah itu ada di tangan rakyat. Dalam pengertian, rakyatlah yang memiliki kekuasaan untuk memilih pemerintahan dengan mengangkat seorang penguasa (khalifah) dengan metode baiat. Pilihan rakyat ini tidak boleh dipaksa oleh siapapun (ikhtiyâr wa ridhâ). Dalam hal ini, pemilu bisa ditempuh sebagai uslûb (teknik) untuk memilih khalifah.

Namun demikian, rakyat tidak memiliki hak untuk menjatuhkan penguasa. Dalam Islam, standar kapan penguasa bisa dijatuhkan adalah hukum syariat, bukan kehendak rakyat. Artinya, apabila khalifah masih sah berdasarkan hukum syariat, dia tetap menjadi khalifah—meskipun seumur hidup. Sebaliknya, kalau khalifah melanggar hukum syariat yang menyebabkan dia harus diganti, seperti melakukan kekufuran yang nyata dengan mengubah hukum negara menjadi hukum sekular, saat itu pula khalifah boleh dijatuhkan—meskipun baru beberapa saat menjabat.

(2) Khalifah sebagai penguasa berhak dikritik rakyat.
Dalam Islam, khalifah bukanlah kepala negara yang tidak mungkin berbuat kesalahan. Pernyataan, tindakan, ataupun kebijakan khalifah bukanlah otomatis merupakan perintah Allah (seperti halnya dalam sistem teokrasi) yang tidak bisa dibantah. Khalifah, sebagai kepala negara, tetap harus merujuk pada al-Quran dan Sunnah sebagai dua sumber hukum utama dalam Islam. Oleh karena itu, jika keliru atau menyimpang, khalifah wajib untuk dikritik. Bahkan, aktivitas ini sangat mulia; yang mati karenanya kedudukannya sama dengan pemimpin para syuhada (Hamzah r.a). Rakyat boleh langsung mengkritik atau lewat wakil mereka di Majelis Umat. Namun, berbeda dengan demokrasi, yang menjadi alasan mengapa rakyat mengkritik penguasa adalah hukum syariat, bukan karena ketidaksukaan, persaingan politik, atau kepentingan.

Islam mengharamkan rakyat untuk melakukan tindakan bughât (memberontak) terhadap khalifah. Rasulullah saw. pernah ditanya tentang pemerintahan yang zalim, “Tidakkah kita perangi saja mereka itu dengan pedang (wahai Rasulullah?).”

«فَقَالَ لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ»


Beliau menjawab, “Jangan, selagi mereka masih menegakkan shalat (hukum Islam).” (HR Muslim).

Dalam hadis di atas tampak jelas bahwa Islam melarang aktivitas memberontak. Memberontak juga diartikan sebagai upaya keluar dari jamaah kaum Muslim. Keluar dari jamaah kaum Muslim adalah perbuatan dosa. Di samping itu, Islam juga menindak tegas bagi orang yang menebarkan kekacauan atau sparatisme. Dari sini tampaklah bahwa Islam menjamin terciptanya pemerintahan yang kuat lagi adil selama dia bersandar pada hukum Islam.

(3) Perselisihan rakyat dan penguasa ditangani oleh Mahkamah Mazhalim
Dalam sistem Khilafah, kalau terjadi perselisihan, rakyat boleh membawa kasus ini ke pengadilan yang menyelesaikan perselisihan antara rakyat dan penguasa. Khalifah dalam hal ini harus tunduk pada keputusan Mahkaman Mazhalim.

(4) Khalifah menjamin kebutuhan pokok dan kebutuhan kolektif vital rakyat.
Berbeda dengan aspirasi rakyat yang tidak selalu benar, rakyat pastilah harus terpenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan vitalnya agar kehidupan rakyat menjadi tenang, tenteram, dan sejahtera. Karena itu, dalam Islam, negara wajib menjamin kebutuhan pokok perindividu rakyat seperti sandang, pangan, dan papan (perumahan). Negara harus pula menjamin kebutuhan kolektif masyarakat yang vital seperti kesehatan, transportasi, keamanan, dan pendidikan. Semua itu wajib dipenuhi oleh Daulah Khilafah.

Daulah Khilafah: Menjamin Kesejahteraan Rakyat
Kemiskinan memang tidak bisa dihapuskan, namun Islam menjamin fakir miskin diberi haknya. Walhasil, orang yang fakir dan miskin tidaklah merasa khawatir untuk tidak bisa makan ataupun berteduh sebagaimana sekarang. Islam telah menjamin itu semua. Dalam hal ini, ada beberapa langkah yang dilakukan oleh Daulah Khilafah untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya.

1. Jaminan pemenuhan kebutuhan primer oleh negara.
Islam telah menetapkan kebutuhan primer (pokok) manusia terdiri dari pangan, sandang, dan papan. Terpenuhi-tidaknya ketiga kebutuhan tersebut selanjutnya menjadi penentu miskin-tidaknya seseorang. Sebagai kebutuhan primer, tentu pemenuhannya atas setiap individu tidak dapat ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, Islam memberikan jaminan atas pemenuhan kebutuhan ini.

Adanya jaminan pemenuhan kebutuhan primer bagi setiap individu tidak berarti negara akan membagi-bagikan makanan, pakaian, dan perumahan kepada siapa saja setiap saat—sehingga terbayang, rakyat bisa bermalas-malasan karena kebutuhannya sudah dipenuhi. Ini anggapan yang keliru. Jaminan pemenuhan kebutuhan primer dalam Islam diwujudkan dalam bentuk mekanisme yang dapat menyelesaikan masalah kemiskinan.

Dalam Islam, kewajiban pertama untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya berada di tangan seorang laki-laki. Islam mewajibkan laki-laki yang mampu untuk berkerja memenuhi nafkahnya. Namun, kalau hal tersebut belum memenuhi kebutuhan pokoknya, keluarganya bertanggung jawab untuk memenuhinya.

Bagaimana jika seseorang yang tidak mampu tersebut tidak memiliki kerabat? Atau dia memiliki kerabat, tetapi hidupnya pas-pasan? Dalam kondisi semacam ini, kewajiban memberi nafkah beralih ke Baitul Mal (Kas Negara). Dengan kata lain, negara melalui Baitul Mal berkewajiban untuk memenuhi kebutuhannya. Rasulullah saw. pernah bersabda:

«مَنْ تَرَكَ مَالاً فَلِوَرَثَتِهِ وَمَنْ تَرَكَ كَلاً فَإِلَيْنَا»


Siapa saja yang meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya, dan siapa saja yang meninggalkan ‘kalla’, maka dia menjadi kewajiban kami. (HR Muslim).

Apabila di Baitul Mal tidak ada harta sama sekali, maka kewajiban menafkahi orang miskin beralih kepada kaum Muslim secara kolektif. Rasulullah saw. juga bersabda:

«أَيُّمَا أَهْلُ عَرْصَةٍ أَصْبَحَ فِيْهِمْ أَمْرُؤٌ جَائِعٌ فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُمْ ذِمَةُ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعاَلَى»


Siapa saja yang menjadi penduduk suatu daerah, di mana di antara mereka terdapat seseorang yang kelaparan, maka perlindungan Allah Tabâraka ta Ta‘âla terlepas dari mereka. (HR Ahmad).

«مَاآمَنَ بِى مَنْ بَاتَ شُعْباَنَ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ بِهِ»

Tidaklah beriman kepada-Ku siapa saja yang tidur kekenyangan, sedangkan tetangganya kelaparan, sementara dia mengetahuinya. (HR al-Bazzar).

Secara teknis, hal ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, kaum Muslim secara individu membantu orang-orang yang miskin. Kedua, negara mewajibkan dharîbah (pajak) atas orang-orang kaya sehingga mencukupi kebutuhan untuk membantu orang miskin. Jika dalam jangka waktu tertentu, pajak tersebut tidak diperlukan lagi, maka pemungutannya oleh negara harus dihentikan.

2. Pengaturan kepemilikan.
Pengaturan kepemilikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan masalah kemiskinan dan upaya untuk mengatasinya. Dibolehkannya individu atau swasta menguasai sektor-sektor publik yang sebenarnya merupakan pemilikan umum menjadi penyebab penting kemiskinan di tengah rakyat. Contoh, minyak yang merupakan pemilikan umum, seharusnya hasilnya diserahkan ke Baitul Mal untuk mensejahterakan rakyat. Dalam sistem kapitalis, minyak dikuasi oleh pemilik modal kuat sehingga sebagian besar hasilnya disedot oleh mereka. Rakyat pun menderita.

Demikian juga listrik dan air yang sebenarnya merupakan pemilikan umum; rakyat harus mengkonsumsinya dengan semurah mungkin. Akan tetapi, dalam sistem kapitalis, keduanya diserahkan kepada swasta. Inilah yang membuat listrik dan air menjadi mahal sehingga membebani rakyat. Syariat Islam telah mengatur masalah kepemilikan ini sedemikian rupa sehingga dapat mencegah munculnya masalah kemiskinan.

Ada tiga jenis pemilikan dalam Islam: individu, umum, dan negara. Allah Swt. telah memberikan hak kepada individu untuk memiliki harta baik yang bergerak maupun tidak bergerak, tentu sepanjang harta tersebut diperoleh melalui sebab-sebab yang dibolehkan, misalnya: hasil kerja, warisan, pemberian negara, hadiah, dan lain-lain.

Adanya kepemilikan individu ini menjadikan seseorang termotivasi untuk berusaha mencari harta guna mencukupi kebutuhannya. Sebab, secara naluriah, manusia memang memiliki keinginan untuk memiliki harta. Dengan demikian, seseorang akan berusaha agar kebutuhannya tercukupi. Dengan kata lain, dia akan berusaha untuk tidak hidup miskin.

Sementara itu, aset yang tergolong kepemilikan umum tidak boleh sama sekali dimiliki secara individu atau dimonopoli oleh sekelompok orang. Aset yang termasuk jenis ini adalah: Pertama, segala sesuatu yang menjadi kebutuhan vital masyarakat, dan akan menyebabkan persengkataan jika ia lenyap,1 misalnya: padang rumput, air, pembangkit listrik, dan lain-lain. Kedua, segala sesuatu yang secara alami tidak bisa dimanfaatkan hanya oleh individu,2 misalnya: sungai, danau, laut, jalan umum, dan lain-lain. Ketiga, barang tambang yang depositnya sangat besar, misalnya: emas, perak, minyak, batu bara, dan lain-lain.

Dalam praktiknya, kepemilikan umum ini dikelola oleh negara dan hasilnya (keuntungannya) dikembalikan kepada masyarakat; bisa dalam bentuk harga yang murah, atau bahkan gratis, dan lain-lain. Adanya pengaturan kepemilikan umum semacam ini jelas menjadikan aset-aset strategis masyarakat dapat dinikmati bersama-sama, tidak dimonopoli oleh seseorang atau sekelompok orang sehingga yang lain tidak memperoleh apa-apa, sebagaimana yang terjadi dalam sistem kapitalis. Dengan demikian, masalah kemiskinan dapat dikurangi, bahkan diatasi, dengan adanya pengaturan kepemilikan umum semacam ini.

Adapun kepemilikan negara adalah setiap harta yang menjadi hak kaum Muslim, tetapi hak pengelolaannya diwakilkan pada Khalifah (sesuai ijtihadnya) sebagai kepala negara. Aset yang termasuk jenis kepemilikan ini di antaranya adalah: fa’i, kharaj, jizyah, atau pabrik-pabrik yang dibuat negara, misalnya, pabrik mobil, mesin-mesin, dan lain-lain.

Adanya kepemilikan negara dalam Islam jelas menjadikan negara memiliki sumber-sumber pemasukan dan aset-aset yang cukup banyak. Dengan demikian, negara akan mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengatur urusan rakyat, termasuk di dalamnya adalah memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan rakyat miskin.

3. Distribusi kekayaan di tengah-tengah masyarakat.
Buruknya distribusi kekayaan di tengah-tengah masyarakat telah menjadi faktor terpenting penyebab terjadinya kemiskinan. Oleh karena itu, masalah pengaturan distribusi kekayaan ini menjadi kunci utama penyelesaian masalah kemiskinan.

Dengan mengamati hukum-hukum syariat yang berhubungan dengan masalah ekonomi, akan kita jumpai, bahwa secara umum hukum-hukum tersebut senantiasa mengarah pada terwujudnya distribusi kekayaan secara adil dalam masyarakat. Apa yang telah diuraikan sebelumnya tentang jenis-jenis kepemilikan dan pengelolaan kepemilikan, jelas sekali, secara langsung atau tidak langsung mengarah pada terciptanya distribusi kekayaan.

4. Penyediaan lapangan kerja.
Menyediakan lapangan pekerjaan merupakan kewajiban negara. Dalam sebuah riwayat diceritakan, bahwa Rasulullah saw. pernah memberikan dua dirham kepada seseorang. Kemudian beliau saw. bersabda, “Makanlah dengan satu dirham, sisanya belikan kapak, lalu gunakan ia untuk bekerja.” (HR).

Demikianlah, ketika syariat Islam mewajibkan seseorang untuk memberikan nafkah kepada diri dan keluarganya, maka syariat Islam pun mewajibkan negara untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Dengan cara ini, setiap orang akan produktif, sehingga kemiskinan dapat teratasi.

Adil dan Sejahtera Tanpa Demokrasi
Solusi yang ditawarkan Islam dalam mengatasi kemiskinan, sebagaimana yang telah diuraikan di atas, bukanlah sesuatu yang menarik sebatas dalam tataran konsep semata. Perjalanan panjang sejarah kaum Muslim membuktikan bahwa solusi tersebut benar-benar dapat direalisasikan, yaitu ketika kaum Muslim hidup di bawah naungan Negara Khilafah yang menerapkan Islam secara kâffah.

Dalam kitab al-Amwâl karangan Abu Yusuf diceritakan bahwa Khalifah Umar bin Khathab pernah berkata kepada pegawainya yang bertugas membagikan sedekah, “Jika kamu memberi, cukupkanlah.”

Selanjutnya beliau berkata lagi, “Berilah mereka itu sedekah berulangkali sekalipun salah seorang di antara mereka memiliki seratus unta.”3

Beliau menerapkan politik ekonomi yang memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan primer rakyat. Beliau mengawinkan kaum Muslim yang tidak mampu, membayar utang-utang mereka, dan memberikan biaya kepada para petani agar mereka menanami tanahnya.

Jaminan pemenuhan kebutuhan hidup ini tidak hanya diberikan kepada kaum Muslim, tetapi juga kepada orang non-Muslim. Dalam hal ini, orang-orang non-Muslim yang menjadi warga negara Daulah Khilafah mempunyai hak yang sama dengan orang Muslim, tanpa ada perbedaan.

Demikianlah beberapa gambaran sejarah kaum Muslim, yang menunjukkan betapa Islam yang mereka terapkan ketika itu benar-benar membawa keberkahan dan kesejahteraan hidup, bukan hanya bagi umat Muslim tetapi juga bagi umat non-Muslim yang hidup di bawah naungan Islam.

Kesimpulannya, sistem Islamlah yang sesungguhnya akan memberikan keadilan dan kesejahteraan, bukan demokrasi yang sekadar mitos.

Baca Selengkapnya »»

Friday, May 27, 2011

Media Islam Underground (Media Alternatif dari Revolusioner Islam)

GEMA Pembebasan. Pemuda-Pemuda yang rambutnya mohawk dan suka memakai kostum aneh menyebutnya dengan Istilah Zine. Tidak ada yang istimewa, bentuknya hanya lembaran-lembaran kertas fotokopian yang disusun seperti layaknya sebuah majalah. Layout teks dan gambarnya pun kadang dibuat seadanya, walau ada beberapa yang didesain agak bagus. Tapi melihat materi yang coba di sajikan, siapa yang menyangka kalau media ini dibuat oleh orang-orang biasa yang ada disekitar kita.

Zine diadopsi dari kata ‘magazine’. Absentnya kata ‘maga’ mengisyaratkan zine sebagai media alternatif yang menyuarakan ketidakpuasan atas kemapanan yang telah ditawarkan media mainstream, yang dirasa menyebabkan keberagaman sudut pandang dan hanya menyuarakan kepentingan satu pihak saja, yaitu kepentingan kapitalisme Mutakhir. Zine adalah semacam self Publishing, sebuah penerbitan media mandiri dan otomatis yang bisa dilakukan oleh semua orang, D.I.Y (do it yourself). Zine juga adalah sebuah penerbitan yang merupakan bagian dari media Alternatif yang mencoba memberikan pemikiran baru tentang apa saja yang tidak diberikan oleh media massa umum sebagai bentuk representasi sebuah Aksi Revolusioner progresif.

Meski untuk perkembangan zine di Indonesia dimotori oleh Komunitas Punkers / HC, namun hal ini tidak menjadikan zine tersebut milik mereka sepenuhnya. Sekitar tahun 2002 masehi sampai dengan sekarang, telah lahir berbagai Zine dari Moslem Community, seperti; Revolt n’ Rise (HAMBOS Community Jabodetabek), No Compromise (Liberation Youth R.I.P, Bandung), Rebel (Fighters malang), IN51GHT Anti Copyright (Liberation Youth Kaltim, Samarinda), Revolt Zine (Liberation Movement -Limove-, Samarinda), Rekonstruksi (GEMA Pembebasan, Makassar), Positip (Revolters Banjarmasin, Kalsel), One Liberation (Fikr Community, Banjarmasin), Revival (Hambos Kolektif Kaltim), Unforgiven Beat Zine (LY Movement Solo, Jateng), Savesgue (Revolters Bogor), Revolta (Kolektif Banjarmasin), Openmind (Kolektif malang), tReaSure (tHe PiRates Army, Bandung kota-coret), Bunga Api (Menara Syndicate, Makassar), Black Soldiers (Pasukan Kubur Hitam, Samarinda), Neo Revolutove (LDK Unlam, Banjarmasin), Pinkant (Para Akhwat Canggih), dsb.

Kelahiran Zines Bernuansa Islami ini tidak dapat dilepaskan dari kewajiban dakwah bagi setiap individu muslim. Sekaligus merupakan ekspresi kekecewaan para pembuatnya terhadap media mapan yang selama ini diproduksi demi kepentingan akumulasi kapital. Maka wajar apabila kemudian (yaitu mereka yang konsisten di jalur zine) untuk senantiasa mengokohkan eksistensinya, terbitan spontan (terkadang ada juga yg rutin, ada juga yng insidental) ini di kerjakan dengan niat kecintaan, bukan untuk materi -uang- (for love, not money). Dengan arti lain, mereka dihadapkan pada kondisi yang selalu merugi secara materi apabila memproduksi zines (karena prinsip copyleft atau Anti Copyright, Copyright Sucks!).

Akan tetapi usaha yang senantiasa merugi bagi sebagian kalangn ‘formal’ justru merusak citra dakwah itu sendiri. Beberapa alasannya dikarenakan dari sebagian penamopilan, layout, maupun bahasa yang digunakan hampir sama dengan apa yang telah ada di dalam Zines Punk / HC. Atau kalau mau dikatakan lebih ekstrim maksudnya dalah tidak islami sekali. Apa memang demikian?!

Permasalahan ini sebenarnya akan mudah dipandang deengan cara yang mudah pula. Sebab suka tau tidak suka, masalah ini berada pada tataran uslub (cara) bukan thariqoh (metode). Bayangkan saja ketika seorang ustadz diminta mengisi kajian ibu-ibu. Tentu bliau tidak akan menggunakan bahasa dan pola penjelasan seperti saat mengisi kajian remaja. Begitu pula ketika harus mengisi kajian bagi anak jalanan. Intinya, dia akan menyesuaikan bahasa dan polanya dengan segmentasi pasar yang dihadapinya. Sebab, tanpa begitui mana bisa terjadi kontak dialogis yang baik di antara dia dan pendengarnya.

Menjawab mengenai Kontroversi seputar bahasa-bahasa Underground yang digunakan oleh Revolters dalam Media zine, kepada seluruh Umat Islam Allah SWT memerintahkan untuk senantiasa berlindung kepadaNYA, dari godaan setan yang “terkutuk” (sebelum membaca alquran atau melakukan aktivitas apapun, selain bermaksiat keapadaNYA). Dalam hal ini, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk senantiasa mengutuk setan dalam kondisi apapun, karena setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Mengutip penjelasan dari Ulama, KH. Harry Moekti -Ulama dari Partai Politik Islam Ideologis bertaraf international- bahwa setan ada yang berwujud Ghaib (dari api) dan ada yang berwujud manusia, yang paling berbahaya adalah setan yang berwujud manusia, seperti bush cs. So, banyak sekali yang bisa kita lakukan dalam rangka mengutuk musuh kita yang nyata tersebut, dari cara yang sederhana, complex, baik melalui lisan, perbuatan ataupun tulisan-tulisan yang dilakukan oleh kawan-kawan pembuat zine di zine mereka dalam bentuk makian-makian dan pertentangan nyata terhadap musuh-musuh islam sebagai bentuk perlawanan.

Konsep ini diadopsi oleh Revolters Pembuat zines, dengan tujuan agar komunikasi dapat menyentuh, interaktif dan komunikatif dengan dengan objek dakwahnya. Sehingga target akan mendekati apa yang diharapkan. Kalaulah hal ini dirasa kurang tepat, lalu bagaimana dengan pesan Nabi SAW kepada sahabatnya agar dalam berdakwah senantiasa menggunakan bahasa dan cara-cara yang disukai objek dakwahnya selama tidak melanggar hukum syara?!

Tentu saja semua pasti membenarkan apa yang Rasulullah Sampaikan. Kalau sudah begini, sudah seharusnya saat ini tiap-tiap kialangan saling mendukung, bukan semakin mencari perselisihan. Kalangan formal jangan lagi memandang sebelah mata kehadiran zine-zine. Bahkan sudah seharusnya kita membantu membentuk kolektif-kolektif dan memperlancar jalur distribusi (salah satunya dengen menjadi distro / pengedar zines). Demikian juga dengan bagi Kalangan Ziners, Mereka juga harus lebih percaya diri dalam memeperlihatkan eksistensinya. Karena kehadiran zine-zine yang mengusung Ideologi Islam justru semakin menyemarakan dinamika dialektis dalam perjalanan Dakwah menuju Revolusi Putih, Revolusi Islam!

Keberadaan mereka adalah suatu keniscayaan dalam menghadapi tantangan zaman, bandingkan saja, berapa besar kekuatan massa yang kental nilai keislamannyadengan massa di luar itu yang notabene target pasar zine-zine tadi?! Tentu saja jauh sekali perbedaannya. Lalu apa karena massa yang begitu besar tersebut tidak didakwahi dan diberi pencerahan (padahal mereka di satu sisi ingin sekali tahu tentang islam, tetapi merasa kurang tepat dengan konsep media yang selama ini baku di media-media islam)?!

Tunggu apalagi?! Daripada menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia dan banyak mengkritik media-media yang sudah ada tanpa da solusinya, mengapa tidak?! Kita saling mendukung atau mulai mencoba membuat media?! Dan hasilnya pun akan kita rasakan bersama-sama. Janganlah membenci media, jadilah media itu sendiri. Support Your Local Islamic Underground Literacy Movement!

Baca Selengkapnya »»

Astagfirullah, Seperti inikah Ulama-ulama Saat ini ?

GEMA Pembebasan. "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Oleh karena itu, siapasaja yang mengingkari thâghût dan mengimani Allah, sesungguhnya ia telah berpegang pada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS al-Baqarah [2]: 256).

Ihwani Fillah, Hari ini Seorang Ulama Besar dalam acara Damai Indonesiaku, yang di tayangkan di sebuah Televisi Swasta (TV OON) Menjadikan Ayat Al-Qur’an diatas sebagai dalil Ktika ditanya oleh Pembawa acara tersebut “Perlukah/ Pentingkah Negara islam untuk menerapkan Syariat?..Ulama itu menjawab..Seorang muslim dilarang memaksa orang lain (tanpa menjelaskan maksud orang lain tsb), dan yang terpeting Islam itu adalah Kepribadian. Dengan kata lain pernyataanya menggambarkan bahawa Negara Islam Tidak Penting/Perlu untuk menerapkan Syariat. bahkan Ulama tersebut Mengatakan bahwa Rasul Bersabda : Cinta Negara sebagian dari Iman.. entah hadist ini dari riwayat siapa.. Tak jauh berbeda dengan Ulamanya, Pembawa acara tersebut juga Mengeluarkan Statement (“Kita tidak perlu memaksakan islam memiliki Institusi sebab Rasul hanya mencontohkan norma-norma saja.”)

Kepribadian dalam kamus besar Bahasa Indonesia: Sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang, Maka jika dimaksudkan Islam yang penting kepribadian, maka Seorang Muslim Lebih Baik memperbaiki dirinya sendiri atau mungkin keluarganya saja.

Ihwani Filah, Ibnu Katsir dalam Kitabnya Shahih Tafsir Ibnu Katsir;2,16, mengatakan Maksud firman Allah “Tidak ada paksaan untuk memeluk Islam,”janganlah kalian memaksa seseorang untuk memeluk Agama Islam”. Karena Sesungguhnya dalil-dalil dan bukti-bukti itu sudah jelas dan Terang.. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dilapangkan dadanya dan diberikan cahaya bagi hati nuraninya, maka ia akan memeluknya. Sebaliknya, barangsiapa dibutakan oleh Allah ta’ala,dikunci mata hati,pendengaran dan pandangannya, maka pemaksaan dan tekanan tidak akan bermanfaat baginya sedikitpun..

Dari penjelasan Ibnu Katsir tentang ayat ini Jelas, bahwa ayat ini hanya bisa digunakan kepada orang-orang Non mulim saja.

Mengenai sebab turunnya, Ibn Jarir at-Thabari telah mengeluarkan riwayat melalui jalur Sa‘id atau ‘Ikrimah dari Ibn ‘Abbas, yang menyatakan:

Ayat ini diturunkan kepada lelaki Anshar Bani Salim bin ‘Awf; ada yang menyebutnya al-Hushayn. Dia mempunyai dua anak lelaki Nasrani, sementara dia sendiri Muslim. Dia lalu bertanya kepada Nabi saw., “Tidak perlukah aku memaksa mereka berdua, karena mereka telah enggan kecuali tetap memeluk Nasrani?” Kemudian, dalam hal ini Allah menurunkan ayat tersebut.

Riwayat mengenai sebab turunnya ayat di atas sangat berpengaruh dalam menentukan apa maksud frasa Lâ Ikrâha fî ad-Dîn (Tidak ada paksaan dalam beragama)? Lâ Ikrâha fî ad-Dîn -dengan struktur Lâ an-Nâfiyah li al-Jins (huruf Lâ yang berfungsi menafikan semua jenis) dan isim-nya, yang berbentuk nakirah- merupakan shiyâgh al-‘umûm yang mengandung konotasi meniadakan semua jenis paksaan dalam beragama, apa pun bentuknya; baik lisan maupun fisik seperti ancaman, intimidasi, penyiksaan, atau teror fisik. Hanya saja, sebab turunnya ayat ini telah menegaskan bahwa larangan tersebut adalah larangan untuk memaksa orang non-Muslim agar memeluk Islam.

Namun, keumuman larangan tersebut telah di-takhshîsh oleh dua nash: Pertama, surat at-Taubah (9) ayat 29:

حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ


Sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedangkan mereka dalam keadaan tunduk. (QS at-Taubah [9]: 29).

Frasa: wahum shâghirûn (sedangkan mereka dalam keadaan tunduk [dan patuh pada hukum Islam]) merupakan takhshîsh yang telah mengeluarkan larangan paksaan dalam beragama. Dengan ayat ini, larangan tersebut telah dikecualikan dari paksaan terhadap orang ahl adz-dzimmah, baik Ahli Kitab maupun musyrik, agar mereka tunduk dan patuh kepada hukum Islam ketika mereka hidup di bawah naungan Negara Islam. Namun, mereka tetap dibiarkan memeluk agama mereka, makan dan minum, berpakaian, serta menikah sesuai dengan ketentuan agama mereka. Inilah yang dinyatakan dalam Hadis Nabi saw.:

وَمَنْ كَانَ عَلَى نَصْرَانِيَّةٍ أَوْ يَهُوْدِيَّةٍ فَإِنَّهُ لاَ يُفْتَنُّ عَنْهَا

Siapa saja yang tetap dengan kenasranian dan keyahudiannya, dia tidak boleh diprovokasi agar meninggalkannya.

Nabi saw. juga bersabda mengenai orang-orang Majusi -penyembah api- yang notabene bukan Ahli Kitab:

سَنُّوْا بِهِمْ سُنَّةَ أَهْلِ الْكِتَابِ


Berlakukanlah kepada mereka ketentuan sebagaimana yang berlaku atas Ahli Kitab.

Kedua, ayat di atas juga di-takhshîsh dengan surat al-Fath: 16, yang menyatakan:

قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَى قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ


Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal, “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka memeluk Islam.”

Dengan ayat ini, larangan paksaan di atas juga tidak berlaku untuk orang Arab musyrik, karena mereka hanya diberi dua pilihan: masuk Islam atau dibunuh.

Dengan demikian, maksud frasa Lâ Ikrâha fî ad-Dîn adalah tidak ada paksaan dalam beragama Islam, kecuali dalam dua hal: (1) paksaan kepada ahl dzimmah untuk menerapkan sistem Islam; (2) paksaan kepada orang musyrik Arab di Jazirah Arab untuk memeluk Islam. Mengenai pandangan ahli tafsir yang menyatakan bahwa surat al-Baqarah ayat 256 ini telah di-naskh dengan ayat pedang, sebagaimana pendapat Qatadah dan dan lain-lain, sebenarnya kurang tepat, karena tidak didukung dengan satu pun riwayat yang menyatakan ke-naskh-annnya.

Frasa qad tabayyana ar-rusyd[u] min al-ghayy[i] (sesungguhnya telah menjadi jelas antara yang baik dan yang buruk)—yang dinyatakan setelah frasa Lâ Ikrâha fî ad-Dîn—telah memperjelas larangan sebelumnya. Dalam hal ini, Allah memisalkan Islam dengan ar-rusyd dan kekufuran dengan al-ghayy; perumpamaan yang dibuat dengan meminjam kata lain dengan maksud untuk memperjelas impresi orang yang diseru.
Secara harfiah, al-ghayy berarti al-dhalâl (kesesatan), al-khaybah (kegagalan), atau sulûk tharîq al-halâk (menyusuri jalan kehancuran); sedangkan ar-rusyd adalah kebalikan al-ghayy, yang berarti petunjuk, keberhasilan, dan menyusuri jalan kebaikan. Dalam hal ini, Rasulullah saw. menjelaskan:

مَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَدْ غَوَى


Siapa saja yang menaati Allah dan Rasul-Nya, dia benar-benar telah mendapatkan petunjuk dan keberhasilan; siapa saja yang bermaksiat kepada keduanya, dia benar-benar telah tersesat dan gagal.

Dengan demikian, ar-rasyd bermakna Islam serta ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, al-ghayy bermakna kekufuran serta kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Karena itu, Allah kemudian menyatakan: Faman kafara bi at-thâghût wa yu’min bi Allâh[i] faqad istamsaka bi al-‘Urwah al-Wutsqâ la insfishâm[a] lahâ (Siapa saja yang mengingkari thâgût dan mengimani Allah, dia benar-benar telah berpegang teguh pada tali yang kuat, yang tak akan terputus dan hilang). Frasa: Faman yakfur[u] bi at-thâghût wa yu’min bi Allâh—yang didahului dengan syarat faman (siapa saja)— mempunyai konotasi kondisi; mengkufuri thâgût dan mengimani Allah adalah kondisi. Bagi siapa? Bagi orang yang istamsaka bi al-‘Urwah al-Wutsqâ la insfishâm[a] lahâ (benar-benar berpegang teguh pada tali yang kuat, yang tak akan terputus dan hilang). Dengan kata lain, syarat agar seseorang dinyatakan berpegang teguh pada tali yang kuat, yang tak akan terputus dan hilang itu adalah dia harus mengkufuri thâghût dan mengimani Allah. Sebaliknya, sebagai konsekuensi dari mafhûm mukhâlafah frasa tersebut, orang yang tidak mengkufuri thâghût, meski mengimani Allah, tetap tidak bisa dianggap telah berpegang teguh pada al-‘Urwah al-Wutsqâ la insfishâm[a] lahâ. Mengkufuri thâghût dan mengimani Allah harus dilakukan secara serentak; dua-duanya harus dilakukan bersama-sama. Sebab, waw yang menghubungkan frasa kafara bi at-thâghût dan yu’min bi Allâh adalah waw ma’iyyah—yang berkonotasi bersama-sama secara serentak. Allah Swt. menjelaskan:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari al-Kitab? Mereka mempercayai Jibt dan Thâghût serta mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.

Artinya, Ahli Kitab itu mengimani Allah, tetapi juga mengimani Jibt dan Thâghût, dan mengklaim bahwa keimanan seperti itu lebih benar ketimbang keimanan orang Mukmin yang mengimani Allah dan mengkufuri Thâghût.

Thâghût berasal dari kata tha-gha-yû-t, lalu huruf ya’-nya didahulukan dan ghin-nya diakhirkan sehingga menjadi thâyghût. Karena sebelum ‘ya ada harakat fathah, dan itu berat dibaca, maka huruf ya’-nya diganti dengan alif, sehingga menjadi thâghût. Proses modifikasi seperti ini, dalam ilmu sharaf, disebut i‘lâl wa ibdâl. Secara harfiah, thâghût adalah—sebagaimana riwayat dari Mâlik bin Anas—tiap sesembahan selain Allah, dan—menurut riwayat dari ‘Umar—setan, serta segala pangkal kesesatan. Inilah makna yang digunakan al-Quran ketika kata tersebut diulang sebanyak 8 kali.

Adapun kata istamsaka berarti bâligh at-tamassuk (berpegang sekuat-kuatnya), bi al-‘Urwah (tali atau ikatan) al-Wutsqâ (yang kuat). Artinya, bahwa siapa pun yang mengkufuri thâghût dan mengimani Allah, berarti dia telah berpegang sekuat-kuatnya pada ikatan yang sangat kuat, yang tidak dihinggapi secuil pun kelemahan dan kekurangan. Gambaran ini dipertegas dengan frasa lâ-nfishâma lahâ (yang takkan pernah retak atau rusak sebelum akhirnya putus), karena begitu kuatnya tali atau ikatan keimanannya.

Allah mengakhiri ayat ini dengan: Wa Allâhu Samî‘[un] ‘Alîm[un], yang menjelaskan, bahwa Allah Maha Mendengar apa yang mereka kemukakan dan Mahatahu atas apa saja yang mereka sembunyikan; tiada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya. Dia Mahatahu atas keimanan orang Mukmin yang benar-benar beriman, kemunafikan orang-orang munafik, dan kekufuran orang-orang kafir.

Rosulullah saw bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat pada usia 7 tahun dan pukulah ia pada usia 10 tahun (jika meninggalkannya )” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dari Sabrah bin Maâ??bad Al-Juhani ra).

Hadist Ini Menjelaskan Perintah bahwa orang tua berhak memukul Anaknya jika ia tidak melaksanakan Shalat..Jika kita memaknainya secara Parsial maka terkesan Islam itu begitu kejam kerena membolehkan orang tua memukul anak. Namun pada dasarnya Hadist tersebut menjelaskan bahwa Seseorang yang sudah menjadi seorang Muslim, dia terikat degan Syariatnya, dan Mengerjakan Shalat merupakan salah satu dari Syariat Islam. Begitupun dengan Dibolehkannya seorang Suami untuk memukul Istri yang dikhawatirkan Nusyud-nya, setelah nasihat dan Pisah ranjang sudah tidak mampu merubah Prilaku si Istri.(An-nisaa ayat 34).

Jadi jelaslah bahwa Surat Al-Baqarah ayat 256 tidak bisa dijadikan dalil mengenai Pertanyaan Perlukah/Pentingkah Negara islam untuk menerapkan Syariat? Sebagaimana yang disampaikan Ulama tersebut.. begitupun ayat ini tidak bisa dijadikan dalil (“Kita tidak perlu memaksakan islam memiliki Institusi sebab Rasul hanya mencontohkan norma-norma saja.”) sebagaimana pernyataan Pembawa acara tersebut.. Bahkan Justru Rasul SAW telah memberikan contoh bagaimana Cara agar Syariat islam dapat diterapkan secara sempurna dengan Mendirikan Negara Islam di Madinah.Meskipun saat itu tidak semua Rakyat Madinah beragama ISLAM.

Dan Ingatlah bahwa Paman Rasul SAW sendri pun (Abu Lahab Laknatullah) Tidak beriman Kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan ini tidak menghentikan Langkah Rasul SAW untuk terus berdakwah dan Menebarkan keagungan Islam kepada Manusia..Jadi ini pun bukti, Anggapan bahwa yang terpenting adalah memperbaiki diri pribadi ataupun keluarga saja juga kurang tepat.. ”Hendaklah kamu menerangkan isi Kitab itu (Al-Qur’an) kepada Manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya..”(Q.S. Ali-Imron;187) Wallahua’lam.

Baca Selengkapnya »»

Khilafah Islamiyah VS The New World Order

GEMA Pembebasan. Setiap muslim yang cukup rajin belajar agama, atau yang terlibat dengan pergerakan Islam, umumnya mengenal istilah Khilafah Islamiyyah. Khilafah Islamiyyah merupakan lembaga politik kenegaraan milik ummat Islam yang telah eksis belasan abad sejak Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم memimpinnya pertama kali berbasis di kota Madinah Al-Munawwarah hingga runtuhnya secara resmi khilafah terakhir berupa Kesultanan Utsmani Turki yang bubar pada tahun 1924 atau 1342 hijriyyah.

Dewasa ini dunia Islam terpecah-belah menjadi aneka nation-states (negara berdasarkan kebangsaan) tidak seperti Khilafah Islamiyyah yang menyatukan kaum muslimin dari berbagai bangsa dan wilayah berdasarkan ikatan aqidah kalimat Tauhid لا اله الا الله dan sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Sebenarnya realitas ummat Islam selama belasan abad di bawah naungan Khilafah tidaklah sepenuhnya konstan dalam kebaikan. Ada gradasi yang -perlahan tapi pasti- memperlihatkan suatu dekadensi hingga senanglah kaum kuffar menyaksikan runtuhnya Khilafah dan tercerai-berainya kaum muslimin seperti dewasa ini. Hal ini telah diprediksikan oleh rasulullah صلى الله عليه و سلم lima belas abad yang lalu:

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ


Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah simpul hukum dan yang paling akhir adalah simpul sholat." (AHMAD - 21139)

Penegakkan hukum Allah سبحانه و تعالى telah mengalami dekadensi dari masa ke masa. Pada babak paling awal penegakkan hukum berlangsung prima karena baik person pemimpin maupun konstitusi Daulah Islamiyyah langsung di tangani oleh Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و سلم , teladan utama orang-orang beriman. Kemudian pada babak berikutnya ummat Islam menyaksikan penegakkan hukum yang masih tetap baik –walau tentunya tidak se-prima di masa Nabi صلى الله عليه و سلم - di bawah person pemimpin yang dijuluki al-Khulafa ar-Rasyidun dan konstitusi Khilafah Islamiyyah, terdiri dari para sahabat utama Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.

Lalu pada babak selanjutnya penegakkan hukum mulai mengalami masalah karena antara person pemimpin dan konstitusi Khilafah Islamiyyah tidak selalu sinkron. Person pemimpin terdiri dari para khalifah yang dijuluki Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم sebagai para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit). Namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih baik karena secara formal tetap berlandaskan Islam di mana berbagai urusan dirujuk kepada Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (As-Sunnah). Dalam sejarah dikenal sebagai era berbagai kerajaan Islam, terutama tiga di antaranya yang sangat menonjol yaitu Dinasti Bani Ummayyah, Dinasti Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Turki Utsmani. Pada masa yang berlangsung hampir 13 abad itu person pemimpinnya bermasalah, namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih relatif cukup Islami.

Namun sesudah itu masuklah ummat Islam ke dalam babak yang paling kelam dalam sejarahnya di mana baik person pemimpin maupun konstitusi lembaga kenegaraan sungguh bermasalah. Inilah era yang oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم disebut era kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak). Dan inilah era di mana dunia modern ini berada. Dunia Islam tercabik-cabik ke dalam berbagai nation-states. Tidak ada satu wilayah tunggal ummat Islam yang memberlakukan hukum Allah سبحانه و تعالى . Tidak ada satu blok tunggal kekuatan ummat Islam yang memelihara izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sedangkan kepemimpin dunia justeru berpindah gilirannya ke tangan kaum kuffar yakni the western civilization, dengan kekuatan kaum yahudi-nasrani sebagai komandannya. Oleh karenanya seringkali disebut juga sebagai the judeo-christian civilization.

Pada babak yang kelam ini dunia berjalan menuju kegelapan karena komandannya tidak memiliki cahaya penerang apapun untuk menunjuki jalan manusia ke arah tujuan semestinya. Malah para pemimpinnya justeru mengajak ummat manusia –termasuk ummat Islam- memasuki lubang biawak kebinasaan di dunia apalagi di akhirat. Persis sebagaimana diprediksikan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“Kamu akan mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya.” Para sahabat lantas bertanya, "Apakah yang anda maksud orang-orang Yahudi dan Nasrani, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Siapa lagi (kalau bukan mereka)?" (HR Bukhary 3197)

Tetapi ada suatu pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. Mengapa ummat Islam mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup kaum yahudi dan nasrani? Sesungguhnya dekadensi di bidang penegakkan hukum Allah سبحانه و تعالى bukanlah suatu fenomena yang berdiri sendiri. Ia tidak hanya berkenaan dengan hadir-tidaknya person pemimpin yang bermasalah serta berlaku tidaknya konstitusi Khilafah Islamiyyah di dalam tubuh kaum muslimin. Tetapi ia sangat dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan dan mental kaum muslimin secara keseluruhannya yang telah dijangkiti suatu penyakit kronis yang telah disinyalir oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Penyakit itu bernama al-wahan. Artinya cinta dunia dan takut menghadapi kematian. Dan penyakit ini bukan hanya muncul di tengah kaum muslimin sesudah runtuhnya secara resmi Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924. Tetapi bibit-bibit penyakit ini telah hadir sejak lama sebelum hal itu terjadi. Runtuhnya khilafah hanyalah merupakan faktor pemicu yang menyebabkan kian ganasnya virus penyakit al-wahan berkembang di dalam tubuh kaum muslimin seperti yang dapat kita saksikan dewasa ini.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ


Bersabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

Fihak kaum kuffar pada hakekatnya tidak akan pernah sanggup melakukan apapun terhadap ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin) andaikan ummat ini benar-benar beriman dan yakin akan janji Allah سبحانه و تعالى berupa ihdal-husnayain (meraih salah satu dari dua kebaikan) yakni ‘isy kariiman au mut syahiidan (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah atau menggapai mati syahid).

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali ihdal-husnayain (salah satu dari dua kebaikan).” (QS At-Taubah 51-52)

Dalam kitab tafsir Fathul Qadir dikatakan bahwa makna salah satu dari dua kebaikan ialah:

إما النصرة أو الشهادة

“Atau kemenangan atau mati syahid”.

Sepanjang sejarah Islam fihak musuh senantiasa berusaha menghilangkan gairah kaum muslimin untuk meraih salah satu dari dua kebaikan di atas. Mereka melakukan segala upaya untuk memadamkan semangat perjuangan kaum muslimin. Bayangkan, mereka sampai perlu melansir perang Salib selama dua abad (dua ratus tahun)! Namun ummat Islam semakin diperangi semakin menjadi-jadi semangat berperangnya (baca: hubbul-jihad wa asy-syahadah/ cinta jihad dan mati syahid). Kalimat legendaris yang diucapkan Panglima Khalid bin Walid ra ketika memimpin pasukan Islam yang jauh lebih sedikit jumlahnya daripada pasukan Romawi telah menginspirasi pasukan Islam sepanjang zaman:

جئت بأناس يحبون الموت كما تحبون الحياة

“Aku datang dengan sejumlah manusia yang mencintai kematian melebihi kalian (hai kaum Romawi) dalam mencintai kehidupan...!”

Akhirnya kaum yahudi-nasrani merubah strategi mereka menghadapi kaum muslimin. Mulailah era al-ghazwu al-fikri (perang ideologis) diterapkan menghadapi kaum muslimin. Mulailah mereka meracuni hati dan fikiran kaum muslimin melalui harta, wanita dan perebutan tahta antara sesama muslimin. Mulailah politik belah bambu alias devide et empera diterapkan. Mulailah berbagai ideologi asing buatan kaum kuffar diperkenalkan dan dipromosikan oleh para orientalis yang belajar Islam untuk dijadikan pembungkus kebusukan berbagai ideologi menyesatkan tersebut. Mulailah mereka memperkenalkan makna-makna baru lagi sesat terhadap berbagai istilah Islam yang sudah lama disepakati pemahamannya oleh kaum muslimin sejak dahulu kala. Akhirnya tersebarlah di tengah ummat Islam makna-makna asing lagi menyesatkan terhadap kata-kata seperti al-jihad fi sabilillah, rahmatan lil ‘aalamiin, dien, ‘ibadah, rabb dan ilah.

Alhasil dekadensi di dalam tubuh ummat Islam tidak hanya terjadi pada bab penegakkan hukum semata. Tetapi dekadensi di berbagai bidang lainnya turut menyempurnakan keruntuhan ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sehingga kaum kuffarpun akhirnya menikmati buah ketidak-loyalan kaum muslimin terhadap agama Allah سبحانه و تعالى dan sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Maka mulailah babak paling kelam dalam sejarah Islam berlangsung.

Di babak ini kaum yahudi dan kaum nasrani (yang telah ter-yahudi-kan) sangat ingin memastikan bahwa ummat manusia –apalagi ummat Islam- tidak pernah lagi boleh menengok ke belakang. Ummat Islam harus diharamkan berfikir menghidupkan kembali ide Khilafah Islamiyyah. Sebab ia telah menjadi sejarah dan harus tetap tersimpan dalam lembaran sejarah semata. Sementara itu kaum kuffar selanjutnya leluasa mempersiapkan dunia dengan sebuah grand-design yang sudah lama mereka rencanakan berupa ide pembentukan sebuah sistem global tunggal bernama Novus Ordo Seclorum alias the New World Order (tatanan dunia baru). Bahkan secara lebih spesifik namun tersamar kaum yahudi telah mencanangkan bahwa NOS sesungguhnya dibangun dalam rangka menyambut kehadiran sang pemimpin yang mereka nanti-nantikan sejak lama yaitu si mata tunggal alias Ad-Dajjal. Oleh karenanya kita temukan beberapa statement dari para pemimpin mereka seperti misalnya:

Henry Kissinger: "…apa yang dinamakan terorisme di Amerika, tapi sebenarnya adalah kebangkitan Islam radikal terhadap dunia secular, dan terhadap dunia yang demokratis, atas nama pendirian kembali semacam Kekhalifahan."

Pada tanggal 5 Oktober 2005, Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke menyampaikan pidato tentang Perang Melawan Terorisme di The Heritage Foundation (sebuah pusat kajian neo konservatif di Washington DC ). Dimana dia menyatakan:

"Apa yang mendorong orang-orang itu adalah ide-ide. Dan berbeda dengan gerakan kebebasan di era pasca Perang Dunia II di banyak belahan dunia, ide-ide itu bukanlah untuk menggapai ide-ide politik seperti kemerdekaan nasional dari penjajahan, atau persamaan bagi semua penduduk tanpa membedakan suku dan keyakinan, atau kebebasan berekspresi tanpa tekanan totaliter. Ambisi-ambisi itu adalah, paling tidak secara prinsip, bisa dirundingkan dan dalam banyak hal telah dimusyawarahkan. Namun, tidak ada perundingan bagi pendirian kembali Khilafah; tidak ada perundingan bagi penerapan Hukum Syariah; dan tidak ada perundingan tentang penindasan atas persamaan antara laki-laki dan perempuan; tidak ada perundingan untuk mengakhiri kebebasan berbicara. Nilai-nilai itu adalah sangat fundamental bagi peradaban kami dan tidak dimungkinkan adanya perundingan."

Dalam pidatonya di awal bulan November 2005 George Bush Jr menyatakan bahwa kaum militant sedang berusaha untuk mendirikan sebuah "kekaisaran Islam radikal":

"Ide membunuh dari kaum Islam radikal adalah tantangan yang besar di abad baru kita. Sama seperti ideology komunisme, musuh kita yang baru ini mengajarkan bahwa individu yang tidak berdosa bisa dikorbankan untuk bisa menjalankan visi politik. Kaum militan percaya bahwa mereka dapat menyatukan kaum muslimin dengan cara menguasai Negara, sehingga dengan cara itu mereka menumbangkan semua pemerintahan moderat di wilayah dan mendirikan sebuah kekaisaran Islam yang membentang dari Spanyol hingga Indonesia."

Sedangkan berkenaan dengan NOS, kita temukan suatu pernyataan dari Bush Senior di tahun 1991 yang ternyata dibuktikan sebaliknya pada dekade berikutnya. Pernyataannya di antaranya sebagai berikut:
“Until now, the world we’ve known has been a world divided – a world of barbed wire and concrete block, conflict and cold war.
Now, we can see a new world coming into view. A world in which there is the very real prospect of a new world order. In the words of Winston Churchill, a "world order" in which "the principles of justice and fair play ... protect the weak against the strong ..." A world where the United Nations, freed from cold war stalemate, is poised to fulfil the historic vision of its founders. A world in which freedom and respect for human rights find a home among all nations.
The Gulf war put this new world to its first test, and, my fellow Americans, we passed that test.”
Jelaslah bahwa para pendukung the New World Order memiliki agenda yang sangat berbeda –bertentangan lebih tepatnya- dengan kaum muslimin yang faham dan bangga akan sejarahnya. Tidak ada muslim-mukmin yang bisa melupakan masa lalunya. Sebab kendati Khilafah Islamiyyah sudah tiada, namun karena ia telah berlangsung belasan abad sulit untuk begitu saja dilupakan. Sedangkan hegemoni Novus Ordo Seclorum alias Sistem Dajjal belum ada seabad. Dan para pengusung sistem batil ini masih berjuang keras memastikan dan memuluskan eksistensinya. Mereka sangat khawatir jika sebelum pemimpin mereka datang, yakni Ad-Dajjal, ummat Islam keburu bangun kembali dari tidur mereka dan bergerak bangkit mewujudkan kembali Khilafah Islamiyyah yang diyakini berlandaskan Kitabullah Al-Qur’anul Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.
Bagi muslim-mukmin yang sadar, maka urusan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah bukanlah sekedar mengenang kembali nostalgia masa lalu. Urusan ini berkaitan erat dengan iman dan keyakinan akan janji Allah سبحانه و تعالى yang tidak pernah berdusta serta prediksi Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم mengenai skenario Akhir Zaman yang tidak pernah meleset. Betapapun tampak digdayanya kekuatan kaum kuffar barat, kaum yahudi-nasrani serta para antek kaki-tangan mereka dari sebagian kaum musyrikin dan munafikin yang telah berhasil mereka rekrut dengan kebijakan stick and carrot.

Urusan siapa yang Allah سبحانه و تعالى izinkan memimpin dunia adalah urusan giliran. Ada kalanya Allah سبحانه و تعالى percayakan kepada kaum beriman dan ada kalanya dipercayakan kepada kaum kuffar. Dewasa ini giliran sedang Allah سبحانه و تعالى serahkan kepada kaum kuffar. Ummat Islam wajib bersabar dan melipat-gandakan kesabaran. Kesabaran untuk terus menyempurnakan persiapan diri, keluarga dan ummat di berbagai bidang, sejak dari bina al-iman wa at-tauhid hingga bina ad-da’wah wa al-jihad. Kesabaran untuk tidak mudah tergoda oleh rayuan pengusung NOS yang membujuk ummat Islam untuk memandang baik berkompromi dan kerja-sama dengan NOS guna memelihara nilai-nilai Sistem Dajjal. Kesabaran untuk tidak terjerembab ke dalam berbagai fitnah zaman yang telah meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Fitnah yang telah meliputi aspek ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, militer, pendidikan, hukum, kesehatan, informasi dan lain-lainnya.

Babak ini boleh jadi merupakan babak di mana ummat Islam sedang babak belur, tetapi ia bukan alasan untuk membiarkan diri mengembangkan defeated mentality (mental pecundang) sehingga kemenangan kaum kuffar sedemikian menyilaukan sehingga seorang muslim menggunakan kaedah if you can’t beat them, then you join them (jika kamu tidak dapat mengalahkan mereka, maka bergabung sajalah dengan mereka). Sehingga kita mendengar mereka yang sedemikian rupa tersilaukan melihat kedigdayaan kaum kuffar tega secara terang-terangan mengungkapkan hilangnya kepercayaan diri terhadap perlunya institusi Khilafah Islamiyyah. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji”uun. Padahal Rasulullah صلى الله عليه و سلم dengan jelas menyatakan bahwa sesudah babak yang penuh fitnah ini, niscaya Allah سبحانه و تعالى akan izinkan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah berdasarkan manhaj Kenabian.

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ


”Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung khilafah menurut manhaj kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian akan berelangsung kembali khilafah menurut manhaj kenabian. Kemudian beliau berhenti”. (AHMAD - 17680)

Boleh jadi Allah سبحانه و تعالى tidak izinkan kita mengalami hidup di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Yang paling penting ialah memastikan diri dan keluarga kita menjadi bagian dari ummat islam yang dipercaya Allah سبحانه و تعالى untuk turut serta mempersiapkan dan memperjuangkannya di atas jalan yang lurus dan benar. Bukan malah menjadi bagian dari mereka yang justeru turut melestarikan dan memandang final The New World Order yang sejatinya merupakan Sistem Dajjal dalam rangka menyambut kedatangan si puncak fitnah, yakni Ad-Dajjal. Wa na’udzu billaahi min dzaalika...!

Baca Selengkapnya »»

Wednesday, May 25, 2011

Dusta Kebebasan Berekspresi, AS Berkonspirasi Tutup Akun Hizbut Tahrir dan Anggotanya di Laman Facebook

GEMA Pembebasan. Hasil dari arahan Amerika, laman Face Book menutup akun sejumlah cabang Hizbut Tahrir, mulai dari akun kantor-kantor media dan anggota-anggotanya, termasuk laman juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Pakistan Naveed Butt, direktur kantor media pusat, kantor media Hizbut Tahrir di Tunisia, kantor media di Palestina, dan anggota-anggota Hizb di berbagai negeri. Ini adalah yang ketiga kalinya akun Naveed Butt ditutup, disamping pembekuan akun grup-grup yang diorganisir oleh kantor media Hizbut Tahrir di Pakistan yang menyerukan penghilangan eksistensi militer dan intelijen Amerika, khususnya perusahaan-perusahaan pembunuhan dan penghancuran Amerika dari bumi Pakistan.

Sementara dari satu sisi dan dengan dalih kebebasan berpendapat, Amerika memuji laman-laman Face Book bagi perayaan karikatur yang menodai kemuliaan Rasul Muhammad saw atau pembakaran al-Quran al-Karim, di samping sejumlah laman rendahan dan menjijikkan lainnya. Sementara dari sisi yang lain, Amerika memerintahkan pentupan laman-laman Hizbut Tahrir yang mengancam Amerika, ideologinya yang palsu dan konsepsi-konsepsinya seperti demokrasi, liberalisme dan sekulerisme; dan laman yang memaparkan rincian Daulah Khilafah Islamiyah dan sistemnya kepada umat. Maka sekali lagi tersingkap jelas jati diri sesembahan barat, yaitu kebebasan berpendapat.

Lebih dari itu, barat telah memperlihatkan kekalahannya dalam peperangan merebut hati-hati yang bersih dan jujur serta akal-akal manusia, dengan menggunakan ideologinya yang bengkok. Setelah kekalahan itu, Barat kembali merujuk kepada nilai-nilai hakikinya, melalui kontrol, pelarangan, teror, kekuatan dan pembunuhan. Ini adalah nilai-nilai itu sendiri yang kita saksikan di laman internet dalam menutupi peristiwa-peristiwa benteng Ganji, Falujah dan Guantanamo. Kejadian-kejadian itu seharusnya sudah cukup untuk membuka mata mereka yag mendukung kebebasan berpendapat secara membabi buta. Merupakan satu kegilaan mengharapkan suatu kebaikan untuk umat manusia dari barat yang tidak bisa toleran terhadap sepotong kain yang menutupi wajah wanita muslimah yang memilih mengenakan niqab. Kegilaan yang sama juga menuntun para penguasa Pakistan yang berkhianat dan telah bangkrut secara intelektual, pada bulan lalu menyerang pameran Hizbut Tahrir di Islamabad, di klub jurnalis, yang diadakan untuk memaparkan rincian sistem daulah khilafah yang akan datang, di mana mereka juga merampas buku-buku yang dipajang, leaflet, poster dan diagram. Hanya berselang tiga hari setelahnya para penguasa itu menyerang para peserta aksi damai yang diorganisasi oleh Hizbut Tahrir, seperti seandainya mereka adalah pasukan musuh Amerika! Beberapa orang yang mereka tangkap masih ada di dalam penjara hingga hari ini.

Amerika dan orang-orang yang tolong menolong dengan Amerika harus mengetahui bahwa tindakan-tindakan kekanak-kanakan barat itu tidak akan bisa memaksa umat melepaskan Islam. Sebaliknya umat justru bersegera untuk mengubur dalam-dalam ide-ide barat yang rusak itu.

Baca Selengkapnya »»

Tuesday, May 10, 2011

Menteri Kelantan: "Yang berkata dunia lebih selamat tanpa Usamah adalah kacung Amerika"

GEMA Pembebasan. Menteri Besar Kelantan, Tuan Guru datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat mengeluarkan pernyataan sehari setelah pihak Amerika menyiarkan berita berkenaan dengan syahidnya Syaikh Usamah Bin Ladin.

Berikut adalah pernyataan beliau.

Jika betul Usamah Bin Ladin benar-benar telah dibunuh oleh tentara Amerika Serikat seperti yang diumumkan oleh Presiden Barrack Obama semalam (2/5/2011), maka saya sebagai seorang Muslim mendoakan rahmat dan ampunan dari Allah SWT untuk Usamah Bin Ladin yang merupakan saudara saya di dalam Islam.

Inilah yang dituntut oleh Islam sewaktu menerima berita kematian saudara seagamanya. Sebesar apapun kesalahan seorang Muslim, jika ia mati dalam keadaan beriman, memohon doa ampunan terhadapnya harus dipanjatkan oleh saudara Muslim yang lain.

Adapun keterlibatan Usamah Bin Ladin dengan tindak terorisme, saya serahkan semuanya kepada Allah SWT karena dia masih belum terbukti, melainkan hanya propaganda yang dipelopori oleh Amerika Serikat. Jika benar beliau terlibat dengan tindak terorisme, sudah tentu saya tidak menyokong terorisme tersebut. Namun bagaimanapun, keterlibatan Usamah dengan tindak terorisme masih merupakan berita samar yang tidak dapat disahkan, namun keterlibatan Amerika Serikat sendiri dalam terorisme sudah terbukti.

Hal ini jelas dengan serangan AS terhadap Afghanistan dan Iraq yang menghancurkan kedua negara ini dengan tujuan mencari senjata pemusnah massal yang tidak dapat ditemukan hingga  hari ini. Apa pula tindakan Amerika Serikat terhadap Israel yang terang-terang melakukan kejahatan di bumi Palestina ? Bukan saja tidak bertindak, bahkan Amerikalah yang paling keras mendukung Israel. Justru, jika Usamah dianggap sebagai teroris, maka Israel lebih patut disebut sebagai teroris dan pendukungnya, Amerika Serikat, juga tidak bisa menghindar dari julukan sebagai teroris.

Inilah yang saya tegaskan kepada Duta Besar Amerika Serikat yang datang ke kantor saya pada 28 April 2011 yang lalu, bahwa sepasang selipar pun tidak boleh dirampas dari tuannya yang berhak, apalagi sebuah negeri yang berdaulat seperti Palestina, lebih-lebih lagi dirampas oleh Israel yang sama sekali tidak memiliki hak.

Adapun mereka yang berkata bahwa dunia lebih selamat dengan meninggalnya Usamah, saya anggap pernyataan tersebut sebagai tidak cermat dan hanya bertujuan menampakkan diri sebagai kacung Amerika. Jika dunia lebih selamat dengan kematian Usamah, apakah dunia juga akan lebih selamat dengan keberadaan Amerika?

Sekian, wassalam.

TUAN GURU DATO’ BENTARA SETIA NIK ABDUL AZIZ BIN NIK MAT,

Menteri Besar Kelantan.
Bertarikh: 30 Jamadil Awal 1432H bersamaan 3 Mei 2011


Subhanallah, sungguh tegas jiwa pemimpin muslim yang satu ini. Sangat berbeda sekali dengan sikap para pemimpin muslim kita yang masih saja mengekor di belakang Amerika tanpa berani bersikap.  Malah mereka berbondong-bondong menjadi kawan bagi Amerika itu sendiri padahal jelas-jelas Amerika membunuhi saudara seiman mereka dengan sadis.

Baca Selengkapnya »»

FPI Protes Film "?" (Tanda Tanya)

GEMA Pembebasan. Seratus orang dari Front Pembela Islam (FPI) dari wilayah Bandung Raya, berunjuk rasa di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Bandung. Mereka menuntut agar peredaran film “?” (tanda tanya) di bioskop di wilayah Bandung untuk dihentikan.

“Kami meminta agar peredaran film “?” untuk dihentikan, film ini sudah mencampuradukan semua agama dan melecehkan Islam,” kata Koordinator FPI Bandung Raya, Evi Arifin, seusai berunjuk rasa di kantor Disbudpar Kota Bandung, seperi yang dilansir Tempo, Selasa (10/5/2011)

Evi mengatakan, film yang disutradarai Hanung Bramantyo tersebut telah memberikan kesan bahwa semua agama adalah benar, “Adalah salah dalam Islam, ajaran semua agama itu benar,” ungkapnya.

Sebelum berunjuk rasa, FPI Bandung Raya sudah membentuk sebuah tim untuk melakukan kajian terhadap film tersebut. Dalam film tersebut terlihat beberapa adegan yang menjurus kepada pemurtadan bagi Islam. “Hasil dari kajian tim, film ini sudah mengarah pada pemurtadan kepada umat Islam,” jelasnya.

Di antaranya adegan yang menggambarkan seorang muslimah berkerudung yang bekerja di restoran yang menjual daging babi dan adegan yang menggambarkan seorang tokoh yang bernama Rika, yang kecewa terhadap suaminya dan akhirnya masuk ke Khatolik.

Evi mengatakan, pihaknya akan memberikan waktu selama tiga hari kepada pemerintah untuk mencabut peredaran film “?” di bioskop-bioskop di wilayah Bandung, “Kalau tiga hari dari sekarang film itu tidak juga dicabut peredarannya, kami akan melakukan aksi swepping ke bioskop-bioskop,” kata Evi,

Setelah berunjuk rasa di kantor Disbudpar Kota Bandung, massa pun bergerak menuju Bandung Supermall untuk kembali melakukan orasi.

Baca Selengkapnya »»

Sunday, May 8, 2011

Negara Islam Bukan Ancaman dan Bukan Ide Kampungan!

GEMA Pembebasan. Negara Islam yang menerapkan syariah Islam yang rahmatan lil ‘alamin bukanlah ancaman, justru kapitalisme lah ancaman nyata bangsa ini.

Isu Negara Islam kembali ramai dibicarakan. Beberapa teror bom disebut-sebut dilakukan kelompok yang mengatasnamakan NII (Negara Islam Indonesia). Meskipun belum bisa dipastikan kebenarannya , kelompok ini diduga terlibat cuci otak beberapa mahasiswa yang tiba-tiba menghilang. Termasuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan dana .

Beberapa media pun dengan gencar mengopinikan bahaya mendirikan negara Islam yang dikatakan menj adi tujuan kelompok ini. Perjuangan mendirikan negara Islam dianggap membahayakan Indonesia dan menjadi ideologi kelompok teroris.

Ironisnya , salah seorang petinggi partai yang dulu mengklaim partai Islam dan sekarang sudah menjadi partai terbuka (sekuler) , menyatakan ide negara Islam adalah kampungan.

Adalah penting bagi kita untuk memahami , perjuangan mendirikan negara Islam sesungguhnya adalah perjuangan yang mulia. Sebab negara Islam, dalam pengertian negara yang menerapkan syariah Islam secara kaffah adalah kewajiban syar’i. Sebab , tanpa ada negara yang didasarkan kepada Islam, kewajiban menerapkan seluruh syariah Islam, yang menjadi konsekuensi keimanan seorang muslim, mustahil bisa dilakukan.

Sebab, banyak hukum syariah Islam yang membutuhkan institusi politik yang sekarang disebut negara. Hukum syariah Islam yang berkaitan dengan hudud seperti potong tangan bagi pencuri,rajam bagi pezina, tentu membutuhkan institusi politik atau otoritas yang legal atau negara.

Demikian juga menerapkan kebijakan mata uang yang didasarkan pada dinar dan dirham (berbasis emas dan perak), pendidikan dan kesehatan gratis, pengaturan pemilikan umum (milkiyah ‘amah) seperti barang tambang yang melimpah (emas, minyak, batu bara) harus dikelola negara , tidak boleh diberikan kepada swasta asing, dan hasilnya harus digunakan untuk kepentingan rakyat, tentu membutuhkan otoritas negara.

Imam Abul Qasim Al-hasan bin Muhammad bin Habib bin Ayyub Asy-syafi’I An-naisaburi, menjelaskan “…umat telah sepakat bahwa yang menjadi obyek khitab (”maka jilidlah”) adalah imam. Dengan demikian mereka berhujjah atas wajibnya mengangkat imam. Sebab, apabila suatu kewajiban itu tidak sempurna tanpa adanya sesuatu tersebut maka ada sesuatu tersebut menjadi wajib pula”(Tafsir An-naisaburi, juz 5 hal 465)

Kewajiban membangun otoritas politik seperti inilah yang oleh para ulama disebut imamah atau khilafah, amirul mukminan yang makna sama. Syeikh Muhammad Abu Zahrah menjelaskan Khilafah adalah imamah al-kubra (imamah yang agung). Disebut khilafah karena yang memegang dan yang menjadi penguasa yang agung atas kaum Muslim menggantikan Nabi SAW dalam mengatur urusan mereka. Disebut imamah karena khalifah itu disebut Imam. Karena ta’at padanya adalah wajib. Karena manusia berjalan di belakang imam tersebut layaknya mereka shalat dibelakang yang menjadi imam shalat mereka” (Tarikh Al-madzahib Al-islamiyyah, juz I hal 21)

Kewajiban imamah atau khilafah ini berdasarkan kepada al Qur’an , As Sunnah dan ijma’ush shohabah, dimana kewajiban ini disepakati oleh para ulama. …”. Imam Mansur bin Yunus bin Idris Al-bahuti Al-hanafi menjelaskan : “…(mengangkat Imam yang agung itu) atas kaum Muslimin (adalah fardhu kifayah). Karena manusia membutuhkan hal tersebut untuk menjaga kemurnian (agama), menjaga konsistensi (agama), penegakan had, penunaian hak serta amar ma’ruf dan nahi munkar (Kasyful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 21 hal. 61)

Syariah Islam yang diterapkan dalam Daulah Islam (negara Islam) yang disebut Khilafah , bukanlah merupakan ancaman bagi masyarakat. Bagaimana mungkin syariah Islam yang berasal dari Allah SWT yang memiliki sifat ar rahman dan ar rahim disebut sebagai ancaman. Syariah Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah justru merupakan rahmatan lil ‘alamin, memberikan kebaikan kepada manusia baik muslim ataupun non muslim .

Bagaimana mungkin syariah Islam yang mengatur bahwa pendidikan dan kesehatan harus gratis bagi seluruh rakyat, negara wajib menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat (sandang, pangan, dan papan), hukuman yang tegas (hukuman mati) bagi pembunuh, larangan bughot (memisahkan diri) dari negara, barang tambang harus dikelola negara dengan baik dan hasilnya untuk kepentingan rakyat disebut mengancam masyarakat ?

Sesungguhnya sistem kapitalisme yang dipraktikkan oleh elit sekuler Indonesia sekarang inilah yang menjadi ancaman negara, musuh negara, karena membahayakan rakyat dan negara. Puluhan juta rakyat miskin, tingginya angka pengangguran, meluasnya kemaksiatan, perampokan atas nama privatisasi BUMN , investasi, dan pasar bebas, termasuk maraknya korupsi dan manipulasi merupakan dampak nyata dari penerapan sistem kapitalisme di negara kita.

Namun mendirikan negara Islam tentu bukan dengan cara-cara yang bertentang dengan syariah Islam seperti teror bom, mengkafirkan orang tua atau pihak lain , menganggap militer dan kepolisian sebagai ancaman atau kafir , cuci otak, penipuan atau perampokan. Semua itu jelas-jelas bertentangan dengan syariah Islam.

Cara seperti itu justru kontroproduktif dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan stigma negatif terhadap Islam , negara Islam atau syariah Islam. Kalau cara-cara seperti itu dibiarkan atau dipelihara, kita tentu wajar curiga kalau semua itu memang sengaja dan direkaya , untuk menyudutkan Islam. Tujuannya, agar umat jauh dari Syariah Islam, sehingga penjajah kapitalisme tetap kokoh di negeri ini.

Baca Selengkapnya »»

Wednesday, May 4, 2011

Pernyataan Sikap BKLDK Tentang Isu NII, Bom Serpong, dan Bom Bunuh Diri Cirebon

Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamiin, yaitu agama yang memiliki pengaturan kehidupan yang lengkap dan sempurna, baik ajaranya, dan metode melaksanakan ajaranya. Berbagai kejadian mulai dari isu penangkapan aktivis NII di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), ledakan dan penemuan bom serpong, serta bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon. Kejadian-kejadian tersebut telah memberikan opini buruk terhadap perjuangan penegakan Islam, sehingga menimbulkan kekhawatiran dan saling mencurigai sesama muslim.

Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) yang saat ini melaksanakan Rakernas ke-V di Malang yang dihadiri Lembaga Dakwah Kampus (LDK) seluruh Indonesia, merasa perlu mensikapi isu-isu yang berkembang di kampus dan masyarakat.


Berkenaan dengan hal itu, BKLDK Nasional menyatakan :

1. Mengutuk dengan keras pelaku bom bunuh diri Cirebon dan Serpong sebagai tindakan biadab dan bertentangan dengan ajaran Islam.
2. Menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas pelakunya dan motiv dibalik itu semua.
3. Menolak pengkaitan peristiwa tersebut dengan kepentingan untuk segera disahkanya RUU Intelijen yang didalamnya banyak pasal bersifat multitafsir yang digunakan penguasa untuk kepentingan politiknya.
4. Menyerukan kepada masyarakat untuk hati-hati dan waspada terhadap pihak-pihak yang bersikeras mengaitkan gerakan Islam yang berusaha menegakkan syariat Islam dengan aktivitas terorisme.
5. Menyerukan kepada civitas akademika kampus, khusunya mahasiswa agar tidak terpancing dangan isu-isu negatif terhadapa perjuangan Islam di kampus dan masyarakat.
6. Menyerukan kepada aktivitas dakwah kampus agar tetap teguh, sabar, dan istiqomah memperjuangkan syariah dan Khilafah sesuai dengan metode Rasulullah saw, yaitu bersifat pemikiran (intelektual) dan tanpa kekerasan.
7. Menyerukan kepada ummat Islam agar bersatu melawan propaganda negatif terhadap Islam.
    Malang, 24 April 2011
    Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK)
    Koordinator Nasional Ketua Badan Eksekutif (BE)

    Muhamad Rizqi Awal
    HP 085294952165

    Baca Selengkapnya »»

    Tuesday, May 3, 2011

    Usamah terbunuh, Penguasa Pakistan Berkhianat, Obama Diuntungkan

    GEMA Pembebasan. Jakarta. Penguasa Pakistan kembali membuktikan pengabdiannya kepada Amerika. Serangan membunuh Usama bin Ladin, semata-mata untuk kepentingan negara Paman Sam itu. Meskipun hingga saat ini belum ada bukti yang menyakinkan bahwa Usama memang benar-benar telah terbunuh.

    Naveed Butt, juru bicara Hizbut Tahrir Pakistan menyatakan dalam pernyatan persnya, keberhasilan Amerika dalam operasi Abbottabad membunuh Usamah bin Ladin tidak bisa dilepaskan dari kerjasama negara itu dengan penguasa Pakistan.

    Menurut Butt, penguasa Pakistan telah memberikan jalan kepada Amerika untuk melanggar kedaulatan negara Pakistan. Penguasa Pakistan memberi izin operasi militer Amerika di tengah malam di sebuah kota yang aman, Abbottabad, hanya lima puluh kilometer dari ibukota Islamabad.

    Serangan tiga helikopter Amerika dan pasukan Navy Seal berlangsung kurang dari satu kilometer dari Akademi Militer Pakistan . Adalah mustahil kalau Pakistan tidak mengetahui rencana ini. Meskipun Pakistan pura-pura tidak tahu akan serangan ini.

    Masih menurut Butt, dengan serangan ini penguasa Pakistan pun telah memberikan keuntungan kepada Obama dan Amerika Serikat. Pertama, menaikkan citra Obama di mata rakyatnya terutama untuk pemilu presiden ke depan .

    Kedua, Amerika juga menunjukkan kepada dunia, bagaimana negara itu dapat melakukan serangan apapun ke sebuah negara yang berdaulat. Tanpa persetujuan PBB atau lembaga internasional lainnya.

    Ketiga, pengkhianatan diam-diam penguasa Pakistan ini juga telah memberikan cek kosong kepada Amerika untuk tetap memperpanjang perang terhadap umat Islam atas nama perang melawan terorisme. Dengan serangan ini Amerika membuktikan kepempinannya selama ini melawan apa yang diklaim sebagai terorisme.

    Dalam pernyatan persnya, Butt juga menyerukan kepada militer Afghanistan untuk memberikan nushroh (pertolongannya) kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah. Sebab hanya dengan itu penjajah Amerika bisa dihentikan dan kedaulatan negeri-negeri Islam bisa dipertahankan.

    Baca Selengkapnya »»

    Monday, May 2, 2011

    40 Teknik Illuminati Dalam Mencapai Tujuannya

    GEMA Pembebasan. The Inner Circle, the Elitists, the Powers – atau apapun mereka namanya– merencanakan dan mengorganisir dengan rahasia untuk mencapai tujuan mereka, yaitu pemerintahan global, atau Tata Dunia Baru (The New World Order -NWO), atau sebuah pemerintahan dunia.

    Untuk melakukan hal ini, mereka harus mendorong setiap negera untuk tunduk bertekuk lutut kepada mereka, sehingga warga negaranya tidak mampu melakukan perlawanan. Amerika nampaknya merupakan benteng terakhir untuk ditaklukkan, dan pada saat ini kita sudah lemah. Mereka menggunakan berbagai cara dan teknik dalam membangun Tata Dunia Baru, namun di balik masing-masing metoda ini, yang merupakan dasar yang dipraktekkan adalah: dengan cara menanamkan rasa ketakutan dalam masyarakat, sehingga kita akan bersandar kepada pemerintah untuk keselamatan dan meminta perlindungan, maka saat ini sedang berlangsung penyerahan hak-hak dan kebebasan kita.

    Di bawah ini adalah sebagian dari cara utama yang dilakukan Illuminati untuk mencapai tujuannya, tetapi jangan keliru, a rose for a rose, dengan menganggap semuanya berasal dari mereka.

    1. Harrasment atau Gangguan:

    Ketika berhadapan dengan oposisi, usaha pertama Elitists untuk mengatasinya dengan "menyuap" orang luar. Jika tidak berhasil, mereka menggunakan cara mendiskreditkan dan kemudian mengganggunya dengan bentuk yang ekstrim melalui panggilan tilpon yang terus menerus, sadap atau lacak - tapping or tracking, atau mengikuti dan membuntuti, juga menuduhnya negatif, meremehkan dan membeberkan rahasia mereka, mengintai kehidupan dan rencana-rencananya. Dibuat jengkel, menuduh dengan kejahatan palsu, merekam kehidupan pribadi dan karyanya secara negatif, semuanya adalah sebagai alat Illuminati untuk mengungguli lawan-lawannya serta membuat mereka menyerah dan mengikuti tujuannya. Membuat lawan-lawannya dan orang-orang yang tidak menyetujuinya marah atau sampai gila - paranoia - merupakan salah satu kerja mereka yang berharga.

    2. Population Control atau Depopulasi:

    Menciptakan kekurangan makanan, pencemaran air, kekurangan lahan, depletion of "green" adalah manuver untuk mengurangi 2/3 jumlah penduduk dunia yang saat ini k.l. berjumlah 6 milyar, tentu saja mereka dengan caranya sendiri, menyelamatkan dirinya, sementara membiarkan kematian dan horror atau kengerian menimpa terhadap 4 milyar manusia lainnya. Cara-cara yang halus untuk mengakhiri eksistensi kita adalah termasuk aborsi ( Planned Parent merupakan kesalahan utama), rekayasa genetik, (Kloning membolehkan perekayasa menciptakan tentara dengan jumlah besar dilengkapi dengan otot kuat, alat peraba yang superior, keahlian membunuh yang kuat, atau membuat lebih banyak lagi untuk menggantikan peran manusia, juga memperkenalkan chimeras (bentuk hybrid manusia/binatang), dan malaikat pencabut nyawa (memisahkan rumah sakit, klinik – rakyat - dari orang tua dan jompo yang membebani masyarakat. Euthanasia (obat untuk mati dengan tenang) merupakan salah satu bentuk dari depopulasi, sebagai prosedur bedah yang sangat menentukan.

    3. Pencemaran:

    Apapun bentuknya, peracunan akan membunuh sejumlah besar penduduk, dan untuk melakukan hal ini bisa ditargetkan. Elite dapat mencemari persediaan air kita dan sumber-sumber makanan (modifikasi genetik makanan patut dijadikan sebagai contoh), serta merampas negeri kita (lahan dipenuhi dengan bakteri, minyak dan ditumpahi racun lainnya).

    4. Barak-barak Penahanan:

    Didirikan barak-barak penahanan sampai terjadi penghentian atau perbudakan dalam masyarakat, mereka yakin yang diperbudak akan mengabdi sebagai budak-budak yang kuat dan vital. Apakah faktual atau tidak, bahkan kita percaya bahwa mereka eksis dan menempatkan kita dalam suatu keadaan ketakutan dan kemarahan. Mendasari pengetahuan seperti Gulags, adalah fakta yang sederhana bahwa rakyat Amerika menyadari bahwa sebuah negara polisi - police state - atau Hukum Darurat Perang sudah diambang pintu.

    5. Pembusukan Moral atau Pembunuhan Karakter:

    Pembusukan moral masih tetap merupakan sebuah teknik penting untuk mencapai Tata Dunia Baru yang semuanya sedang berlangsung dengan sikap anti-Amerikanisme, anti-patriotisme, dan anti-traditionalisme. Pendidikan di rumah yang mengajarkan nilai-nilai keluarga dihancurkannya dengan disejajarkannya dengan isi ringkas bidang pendidikan baru di sekolah-sekolah pemerintah. Nilai-nilai relatif menguasai nilai-nilai lama, yaitu nilai-nilai yang berorientasi kepada keluarga … apakah bermoral itu, menurut etika serta hukum salah dan benar. ("Apapun jika Anda merasa benar, lakukanlah, walaupun ternyata salah ”)

    6. Diversity atau Keanekaragaman:

    Keanekaragaman mengacu pada paksaan terhadap kita untuk menunjukkan toleransi, pengertian dan penyetujuan untuk nilai-nilai yang kita tidak percayai. "Kebenaran politik" merupakan daya dorong untuk hal ini. Sensor dan membenci kejahatan adalah juga bermakna memaksa terhadap perubahan yang tidak kita inginkan

    7. Kerusuhan Rasial:

    Ini adalah sebuah metoda dimana mereka sudah terbiasa dengan menciptakan konflik antar ras dan antar bangsa, seperti motto mereka "Divide and conquer"

    8. Meniadakan Tuhan:

    Para Elite bekerja keras melarang kita untuk membuat setiap referensi yang dihubungkan kepada Tuhan atau Kristus dan kesucian dari Kekristenan di muka umum, namun mereka mempromosikan hari libur penyembah berhala, Wicca, black magic dan mempraktekan Setanisme. Sebuah masyarakat tanpa Tuhan dan dari nilai-nilai spiritual – terutama sebagaimana yang kita harapkan dibangun atas dasar Kekristenan - is a doomed civilization, dan seseorang begitu mudahnya menyerah kepada orang lain. Pengingkaran terhadap agama di dalam gereja kita, terutama faham Katolik, adalah sebuah tanda dari kehancuran yang menyelinap di antara kita. Tujuan mereka adalah meraih kembali agama kuno, the Ancient Mysteries, dengan mempelajari apa yang mereka yakini sebagai teknologi maju dari para alien dan dewa.

    9. Ekumenisme

    :Ekumenisme adalah parameter yang lain untuk sebuah-agama dunia. Mempercayai bahwa Kristus bukanlah seorang Juruselamat, atau bahwa orang lain atau apa yang disebut “nabi-nabi” adalah para Juruselamat membuat Kekristenan cacat. Beberapa orang percaya bahwa dalam New Ageism agama akan hanya ada satu saja di dunia, sedangkan yang lainnya berpikir bahwa pemanasan global – global warming dijadikannya hymne. Sebuah aspek dari rencana yang mereka upayakan sebagai wahyu dari Tuhan berdasarkan kitab-kitab Revelation and Daniel.

    10. Figur Otoritas Yang Lalai:

    Banyak orang tua dan orang dewasa mengkhawatirkan anak-anak muda dewasa ini. Anak-anak suka berteriak-teriak, memekik, mengejek, dan bahkan sering juga secara pisik melecehkan orang tua mereka atau para penatua lain. Mereka bersifat tidak hormat dan tidak sopan. Banyak dari hal ini melekat kepada pepatah “It takes a village to raise a child” secara mental, dimana anak-anak seharusnya dirangkul, diberikan kebebasan berpikir, dan melakukan apa yang mereka inginkan. Orang Tua dan otoritas sudah lalai dalam mengoreksi ahlak buruk anak-anak. Para Elite mendorong anak-anak untuk melawan otoritas di rumah, dan sebaliknya menginginkan mereka, tanpa berpikir panjang mematuhinya.

    11. Mundurnya Sistem Pendidikan:

    Pendidikan adalah kunci cara untuk mengubah kepercayaan anak-anak mengenai apa yang benar dan salah melalaui program pengendalian pikiran MIND CONTROL, menulis ulang sejarah, memperkenalkan alternatif dan pengajaran seksual yang hina, dan ideologi-ideologi yang salah. Kondisi-kondisi ini membuat mereka menerima apapun yang diberikan oleh THE POWERS, dan mereka dibuat bodoh agar mereka tidak mengetahui yang sebenarnya.

    12. Perbuatan Seksual Tidak Wajar:

    Digunakan untuk mempercepat tujuan para Elite dengan memperburuk moral kita, membuat kita menerima dan bahkan melakukan apapun yang mereka berikan pada kita, dan sering digunakan kegiatan seperti ini untuk memeras kita.

    13. Narkoba/Alkohol

    Membuat masyarakat menyalahgunakan obat-obatan dan manusia yang mandiri adalah salah satu cara untuk membuat masyarakat menerima akhlak/perilaku yang bertentangan dengan mereka, dan agar bergantung pada pemerintah untuk membantunya melalui mereka. Kecanduan akan mengakibatkan merampas harta dan psikologi kita sembari mengalihkan bantuan pelaksanaan hukum ke masalah yang lainnya. Resep obat membuat kita percaya terhadap obat-obatan dan dokter, sementara itu tindakan ini semakin memperbanyak keuntungan BIG PHARMA.

    14. Perjudian

    Mempromosikan aktivitas illegal melalui "kenikmatan" palsu dan janji-janji mendapatkan uang banyak adalah rencana lain para ELite untuk membuat kita bergantung pada uang dan materialisme untuk kebahagiaan kita, dan bergantung pada kekuatan luar untuk kebahgiaan dan kesuksesan kita.

    15. Kekacauan:

    Dengan tipu muslihat mereka kita dibuatnya bingung. Dengan membuat kejadian nerupa huru-hara total, dimana tak satupun mengethaui harus berbuat apa, siapa yang dapat dipercaya, atau kepada siapa bergantung, THE POWERS dapat bertindak sebagai penyelamat dengan menawarkan solusi untuk kekacauan yang diam-diam mereka lakukan. Membuat konflik melalui Hegelian Dialectic membuat masyarakat selalu khawatir dan gelisah, ragu, serta bingung, juga teralihkan dari masalah yang sebenarnya.

    16. Cover Ups

    Apa yang Illuminati tak ingin kita ketahui adalah mereka menutupinya dengan membuang orang, membuat mereka "menghilang", atau menggantikan dokumentasi penting dengan "rahasia", atau dengan mengalihkan perhatian kita. Orang yang membeberkan rahasianya seringkali karirnya dihancurkan, atau secara pribadi diejek, atau dilukai, dan bahkan dibunuh. Operasi bawah tanah dan operasi gelap adalah kunci untuk menutupi-nutupinya. Pengembangan konspirasi bak permainan bagi mereka dan sebuah cara untuk menimbulkan konflik di masyarakat. Bocoran secara sengaja adalah cara mereka mempengaruhi kita kepada tujuan mereka dan membuat kita bingung.

    17. Lingkungan Hidup:

    Menggunakan pemanasan global sebagai "masalah pemersatu", Illuminati tak hanya menghasilkan banyak uang melalui usaha program penghijauan dan penjualan barang dagangan, tetapi juga dengan menipu masyarakat bahwa isu itu benar, tetapi pada kenyataannya ratusan ilmuan di luar Illuminati tidak dapat bersaksi mengenai pemansan global ini. Jadi lingkungan hidup digunakan sebagai senjata untuk melaksanakan tujuan mereka demgan menciptakan mantra umum - dan menjadikannya sebuah kepercayaan. Tambahannya adalah perkembangannya dapat dikendalikan dan hak perintah untuk mengambil tanah milik rakyat untuk tujuan mereka dapat dilakukan dengan mudah), dan iklim yang dikendalikan (HAARP--High frequency Active Auroral Research Program dan senjata iklim lainnya), diantara proses-proses lainnya.

    18. Menghancurkan Kekuatan Pekerja

    Penghancuran pakta/perjanjian (GATT, NAFTA, dll) menciptakan banyaknya pemutusan hubungan kerja di negara kita melalui penurunan kualitas dan penghancuran industri. Amerika sudah tak lagi menjadi negara yang kuat dan tidak lagi menjadi SUPER POWER. Lapangan kerja diberikan kepada immigran gelap di negara kita atau dikirim ke India atau Cina dan negara lainnya. Masyarakat Amerika memiliki kesulitan finansial sementara para Elite menurunkan derajat kita ke status dunia ketiga. Immigrasi gelap hanya salah satu dari rencana mereka untuk menguasai dunia.

    19. Kejahatan:

    Suatu masyarakat yang takut dibunuh, diperkosa, dipukul, disandera, dibajak atau diculik, atau korban kecelakaan lalu lintas, demonstarasi, dan "bunuh diri", diantara kejahatan yang sangat buruk adalah sebuah masyarakat yang menginginkan keselamatan walaupun dengan kehilangan hak-haknya. Ini merupakan salah satu dari banyak cara untuk menahan kita menuntut hak kepada BIG BROTHER. ICC (International Criminak Court) didirikan untuk menahan orang karena berbeda kebudayaan, termasuk orang Amerika. Perlindungan terhadap kriminal yang bersalah adalah gejala-gejala dari negara yang akan runtuh.

    20. Terorisme:

    THE POWERS membuat kita dalam ketakutan kepada terorisme - yang nyata maupun yang palsu - dan menyebabkan menyerahkan kebebasan kita demi mendapatkan keamanan. 11 September 2001 menyebabkan kerusakan yang amat beasr kepada konstitusi AS, pelanggaran hak asasi dan kebijaksanaan melalui HOMELAND SECURITY, PATRIOT ACT, BIOCHIPS, dan Hukum Darurat Perang yang akan datang; jadi orang yang melawan POLICE STATE akan dimasukkan ke dalam perkemahan konsentrasi atau membuat huru-hara.

    21. Perbudakan dan Pelacuran:

    Banyak orang, terutama mereka yang muda, dikumpulkan dengan cara diam-diam dan dipaksa diperbudak atau dijadikan pelacur. Mereka diculik pada malam hari, atau sewaktu pergi ke sekolah, atau di tempat parkir. the Powers yang menghendaki gadis-gadis atau anak laki-laki muda seringkali menyediakan mereka untuk sebuah 'entertain-menjamu' pejabat-pejabat atau tamu VIP asing yang sedang melakukan kunjungan. Mereka diperlakukan dengan kejam dan dijualnya kepada para slave master, germo, dan fraksi-fraksi pasar gelap lain. Beberapa peneliti percaya bahwa orang-orang yang hilang ini bahkan dikorbankan dalam ritual-ritual pemujaan Setan..

    22. Genosida atau Pemusnahan Suatu Bangsa:

    Genosida adalah sebuah metoda yang bertujuan untuk melenyapkan seluruh masyarakat dalam rangka mengurangi jumlah penduduk, untuk keuntungan pemerintah, menyingkirkan musuh, menciptakan ras unggul dengan membersihkan sifat-sifat yang dianggap negatif. Genosida, adalah sebuah cara efektif Elite dalam mengelompokkan orang-orang yang mereka inginkan dan yang tidak; bagi yang tidak dikehendaki dimusnahkan.. Sebagian dari metoda mereka termasuk pembasmian acak (holocausts), kekejaman, kejahatan, menciptakan pemberontakan atau huru-hara untuk memusnahkan sebuah kelompok ras atau religius, dan holocaust.

    23. Decision Makers atau Para Pembuat Keputusan:

    Kekuasaan Illuminati menentukan siapa yang akan menjadi presiden atau perdana menteri berikutnya, siapa yang akan menerima dana bantuan, dana pemerintah dan yang lainnya, dimana hal ini mempengaruhi kita, baik secara personal maupun nasional.

    24. Wabah Penyakit:

    Bakteri dan virus dapat disebarkan baik selama peperangan atau masa damai untuk menciptakan kekacauan dan permintaan perlindungan yang akan membantu the Powers mencapai misi globalisasinya; perang kuman - bio-warfare dapat digunakan dalam menyerang musuh. Di samping menggunakan bakteri dalam perangan kuman, mereka juga menguji-cobakannya kepada manusia, sebagian orang tanpa menyadarinya. Pengenalan virus HIV, penyakit-penyakit yang meningkatkan kematian pada anak-anak, perang biokimia, aerta meningkatnya pertumbuhan bakteri dan berbagai penyakit merupakan contoh dari manipulasi mereka. Mereka dapat menaruh bakteri-nakteri ke dalam air minum; mereka sudah memperkenalkan telepon genggam yang sudah diketahui bahaya-bahayanya sebagai penyebab kanker; dan mereka sudah menggunakan gelombang mikro serta teknologi lainnya yang digunakan terhadap kita, seperti dilakukan dalam berbagai bentuk percobaan.

    25. Komputerisasi/Teknologi:

    Para Elite mempunyai banyak cara untuk mengendalikan kita, meskipun beberapa diantaranya masih dalam tingkat percobaan. Pikirkanlah mengenai nanochips (robot sangat kecil yang dapat ditempatkan di dalam badan manusia untuk mengendalikannya), reproduksi robot (kemampuan robot dan komputer untuk mereproduksi), dan GTWA (Global Technology World Alliance) yang merupakan pekerjaan pengembangan dari perkumpulan rahasia dalam bidang teknologi canggih untuk meraih kontrol dan denominasi supremasi dan ekonomi internasional. Bluetooth, Wii dan peralatan teknologi canggih lainnya berikut laser dan persenjataan maju (stun gun, particle beam) adalah juga alat-alat yang digunakan secara penuh untuk membangun Tata Dunia Baru. Para Elite mempunyai laboratorium-laboratorium rahasia dan black ops, namun mereka tidak akan mendukung para ilmuwan dan peneliti-peneliti yang mengkreasi penemuan atau pengobatan untuk kepentingan umat manusia.

    26. UFO:

    Apakah mereka benar-benar datang dari planet lain atau diciptakan oleh pemerintah, UFO dapat digunakan untuk menanamkan perasaan ngeri yang melumpuhkan kita, jika mereka mememperlihatkan bahwa sebuah invasi benar-benar terjadi. Dengan cepat kita akan menyerahkan semua hak-hak kita untuk melidungi diri dari serangan musuh.

    27. Ekonomi:

    Dalam rangka pengambil-alihan dunia secara menyeluruh, para Elite harus menguasai sektor perekonomian dunia, sebagaimana terlihat dalam jatuhnya nilai dolar yang bersamaan dengan penggabungan Amerika Serikat., Kanada dan Meksiko ke dalam salah satu dari sepuluh region. Masing-masing dari kesepuluh region ini mempunyai seorang wakil dalam sebuah governing panel, dimana masing-masing menjadi seorang diktator. Penggabungan ke dalam sepuluh region ini sudah banyak dibuat. Para Elit memanipulasi bursa saham dan semua sumber daya moneter lainnya; merekalah pemilik Federal Reserve, (Bank Sentral Amerika) yang sebenarnya serta mengendalikan semua mata uang dunia, termasuk menentukan tanda pembayaran apa yang dapat dipakai.

    28. Feminism and Working Mothers atau Feminisme dan Wanita Karir:

    Dari saat the Powers memutuskan untuk menggunakan feminisme sayap kiri sebagai sebuah cara untuk menimbulkan kekesalan antara laki-laki dengan perempuan dan dengan anak-anak mereka, pada saat itulah institusi pernikahan terseok-seok. Dua penghasilan Ibu dan Ayah menimbulkan kesadaran baru yang palsu bahwa mereka mempunyai uang, dan dengan demikian, pada waktu yang bersamaan faham materialisme juga merembes masuk ke dalam kehidupan kita . Peran pria didefinisikan kembali serta diremehkan.

    29. PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa):

    PBB adalah lembaga dunia yang paling merusak setiap warganegara Amerika, dan mereka bekerja keras untuk mengikis habis negeri kita, mengurangi kemampuan belanja, menghapuskan kebebasan, menurunkan status kita menjadi negara dunia ketiga, membuat kita membayar biaya persoalan yang terjadi di negara lain, dan memperkosa semua kepunyaan kita yang menjadikan Amerika sebagai negara kuat. Dengan melakukan hal tersebut, artinya mengizinkan the NWO - Tata Dunia Baru - untuk melemahkan kita yang paling kuat di dunia, sehingga kita tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melawan setiap program mereka.

    30. Perampasan Hak:

    Para Elit Tata Dunia Baru (The NWO) tidak akan bisa sepnuhnya mengambil-alih Amerika sampai negeri ini dilucuti, sebagaimana penduduk yang dipersenjatai dapat melakukan perlawanan. Pada hari dimana mereka mengambil hak rakyat untuk memiliki senjata adalah saat dimana kedaulatan dan negara kami berakhir.

    31. Perkumpulan Rahasia:

    Perkumpulan rahasia mengabdikan dirinya untuk mempersatukan para Elit di atas kematian mereka dari bangsa kami, mereka menginstalasi sebuah pemerintahan dunia dengan kekuatan jaringan mereka termasuk operasi rahasia, seperti pengendalian terhadap agama, pendidikan dan sistem korporasi. Mereka tidak akan pernah mengakuinya bahwa perkumpulan rahasia itu eksis, padahal mereka merupakan kekuatan dibelakang para penguasa. Simbolisme merupakan sebuah tahapan, mereka menggunakan koran, radio dan TV untuk menyampaikan pesan-pesan bawah sadar kepada yang lain.

    32. Mind Control atau Kendali Pikiran:

    Pemerintah dan jajarannya kebanyakan ahli dalam teknik-teknik cuci otak - brainwashing - dengan menggunakan litani sumber daya, seperti narkoba (MKULTRA, LSD asam lisergat dietilamid), proyek-proyek (Proyek, Monarch, Phoenix), propaganda (pemboman yang terus-menerus mengenai kebohongan dan kelalaian yang dilakukan oleh media), cults/programming (kelompok-kelompok yang menanggalkan ciri khasmya dan dengan membabi buta mengikuti beberapa pemimpin yang tidak stabil), serta permainan video - video games - musik rock, kekerasan dan kekejaman serta sihir di TV, seperti Harry Potter. Bahkan karya-karya seni dikotori dengan ketidaksopanan dan sindiran-sindiran kasar. Masyarakat mempunyai agen-agen dan penidur di mana-mana.

    33. Media Mergers atau Penggabungan Media:

    Illuminati memiliki semua media utama, barang cetakan, televisi, radio, musik, dan teater. Mereka menciptakan konglomerat-konglomerat dan monopoli. Dengan melakukan hal ini memberi mereka kendali terhadap segala hal yang kita lihat, baca dan dengar.

    34. Pemerintahan yang Korup:

    CIA, narkoba dan penyelundupan senjata, melibatkan politisi, perdagangan tersamar, disinformasi, kebohongan dan penyimpangan, pemerasan, penipuan yang terus-menerus semuanya merupakan bagian dari upaya mereka untuk mendirikan sebuah pemerintah dunia. Disinformasi merupakan alat penting untuk membuat kita kebingungan, yang mereka melakukan melalui media yang melaporkan berita palsu, surat berantai, tulisan-tulisan yang dimuat di interner serta desas-desus atau slentingan yang mereka mulai.

    35. Lemahnya Sistem Pertahanan Rudal:

    Amerika yang tak bersenjata adalah serupa dengan api di sebuah teater yang tidak ada jalan keluarnya. Sementara negara-negara lain membangun gudang persenjataan mereka, kita sedang memperkecil persenjataan milik sendiri. Perlucutan senjata dan mundurnya wajib militer, dan oleh karenanya kemampuan kita untuk membela diri sendiri, pasti kalah, bahkan sebelum konflik terjadi dengan tiba-tiba.

    36. Kemunduran Militer:

    Militer kita kurang percaya diri, tentaranya, peralatan dan teknologinya yang diperlukan untuk melawan pihak musuh, dan dikompromikan di dalam moralitas dan moral melalui peperangan yang tak perlu yang tidak dimaksudkan untuk dimenangkan.

    37. Mengeluarkan EOs (Executive Orders):

    EOs (Executive Orders), PDDs (Presidential Decision Directives), sudah sangat biasa dan tak berbentuk, sehingga tidak seorang pun mempedulikan ketika EOs baru ditetapkan. Ini adalah sebuah siasat Illuminati untuk meneruskan agenda-agenda mereka tanpa diawali mendapatkan persetujuan Kongres, sehingga dengan begitu membiarkan EOs ekstrim ditulis, dan yang pasti akan merugikan rakyat Amerika. Sebagai contoh, sebuah EO bisa melenyapkan seluruh Amerika Serikat.

    38. Infiltrasi atau Penyusupan:

    Illuminati menggunakan cara halus sewaktu menyerang gereja, sekolah, korporasi, bisnis kecil, organisasi-organisasi, dan yang lainnya, kemudian menanamkan ideologi dan filsafat mereka mengenai sebuah pemerintahan dunia melalui isu-isu yang dihangatkan seperti Pemanasan Global. Mereka mempunyai "orang-orang" suruhannya (sering kali para anggota perkumpulan rahasia) melalui orang-orang inilah mereka membuat keputusan-keputusan yang menguntungkan bagi para Elit.

    39. Regional Government atau Pemerintahan Regional:

    Salah satu dari alat paling efektif the Powers dalam meraih kendali dan melaksanakan aturan mereka adalah melalui pemerintah regional, di mana mereka memberikan mandat kepada para walikota dan pimpinan kotapraja via dokumen-dokuen yang disiapkan untuk mengatasi bagaimana permasalahan ditangani. Pelaksanaan hukum, pengacara-pengacara dan hakim-hakim menjadi bagian dari skenario.

    40. Menciptakan atau Membuat Krisis:

    Apakah diciptakan atau aktual, krisis "nampaknya nyata" bagi kita. Palsu atau sengaja, krisis berfungsi untuk menakutkan kita dan membiarkan para Illuminist mencapai tujuan mereka, seperti merancang kembali New Orleans sesuai keinginan mereka, atau memerangi Iraq untuk minyak dan mengambil alih bank-bank mereka untuk Federal Reserve. Contoh-contoh lain termasuk Pemanasan Global, krisis enerji, banjir, angin topan (mereka dapat mengendalikan cuaca), dan bencana lain manapun yang mereka inginkan.

    Secara ringkas, para Elite menggunakan pendekatan-pendekatan ini di antaranya untuk tujuan pendirian sebuah Tatanan Dunia Baru atau Pemerintahan Global. The Inner Circle dan tangan-tangan guritanya memakan mangsa lebih kecil dibanding mereka dalam menaklukkan, dan akan meminta bantuan mengenai setiap metoda untuk mendapatkan apa yang ingin mereka peroleh. Mereka merencanakan sudah sejak lama dan dengan bekerja keras, mencakup semua basis mereka, serta dengan cara-cara yang licik dan cerdik untuk menaklukkan kita. Waspadalah!..

    Harapan kita untuk mengalahkan mereka bertumpu pada perpecahan-perpecahan yang ciptakan diantara mereka sendiri, permusuhan dan perebutan kekuasaan untuk posisi teratas di antara mereka, harus diimbangi oleh kita dengan memperkuat diri kita masing-masing dengan mengetahui apa yang mereka lakukan. Oleh karena itu, mereka tidak akan dapat menyingkirkan kita dan kita dapat menggunakan pengetahuan tadi sebagai senjata untuk berbalik melawan mereka.

    Baca Selengkapnya »»